Berita  

Bupati Achmad Fauzi Hibur Masyarakat di Festival Musik Anak Milenial

Bupati Achmad Fauzi Hibur Masyarakat di Festival Musik Anak Milenial
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menghibur masyarakat di festival musik millenial.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tampil menghibur masyarakat dengan menyanyikan tiga lagu ciptaannya di Festival Musik Anak Muda Milenial yang digelar di Cafe Aloska Reborn, depan kantor PT Garam Kalianget, Desa Kalianget, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Sabtu malam 8 Mei 2024.

Pertunjukan Achmad Fauzi dalam menyanyikan lagu-lagu ciptaannya menambahkan kemeriahan dalam festival musik anak milenial, sehingga mendapatkan aplos apresiasi dari segenap para peserta musisi dan para juri serta seluruh undangan yang hadir melakukan tepuk tangan.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan seni dan budaya event Sumenep 2024, yang diadakan untuk merayakan kreatifitas generasi muda di era digitalisasi dan memerintahkan bulan Bung Karno, Ir. Soekarno adalah pahlawan nasional Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Bupati Sumenep Kampanye Lingkungan Melalui Kolaborasi Budaya Dan Musik

Selain itu, tujuan berbagai kegiatan festival event Sumenep ini dilakukan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk mendorong dan mendongkrak pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para UMKM dan PKL yang ada di wilayah kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas nikmat sehat dan kesempatan untuk berkumpul dalam acara yang penuh semangat ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan festival musik anak milenial, termasuk forum koordinasi, Direktur Utama PT Garam, pihak Koperasi, Pimpinan OPD, dan seluruh masyarakat yang hadir.

“Festival musik ini adalah wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan hobi dan kreativitas mereka. Di era digitalisasi ini, penting bagi kita untuk menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat mereka, baik di bidang seni maupun lainnya,” ujar Achmad Fauzi.

Baca Juga :  Polres Sumenep Ungkap Kasus Pembunuhan

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga bertujuan untuk mengarahkan generasi muda ke arah yang positif, menjauhkan mereka dari pergaulan bebas bahaya narkoba dan minuman keras.

“Dengan memberikan ruang kreasi, kita berharap anak-anak muda kita bisa fokus pada hobinya dan menjauhi hal-hal negatif,” tambahnya.

Selain itu, Achmad Fauzi juga menekankan pentingnya pendidikan yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat dan hobi mereka. Ia berharap sekolah-sekolah dapat mengarahkan siswa-siswanya untuk mengejar passion mereka di bidang seni, olahraga, dan kegiatan positif lainnya.

Selama tiga tahun masa pemerintahannya, Achmad Fauzi mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan seni dan olahraga telah dilaksanakan untuk mendukung pengembangan bakat generasi muda di Sumenep. Dan Ia berharap festival seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak muda untuk berkreasi dan berprestasi.

“Festival Musik Anak Muda Milenial seperti ini harus terus dilakukan demi untuk memberikan tempat dan peluang kepada para generasi muda untuk bisa menyalurkan bakat yang dimilikinya,” ujar Bupati yang memiliki banyak seni musik dan pencipta lagu.

Festival musik Anak Milenial ini dimeriahkan berbagai penampilan seni dari para peserta, yang mencakup beragam genre musik dan seni pertunjukan. Maka dari itu, Achmad Fauzi berharap acara ini dapat menjadi ajang bagi anak muda untuk menunjukkan bakat mereka sekaligus menjadi hiburan yang menyenangkan bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Festival Musik Anak Muda Milenial di Kalianget ini menjadi salah satu bentuk nyata dan upaya pemerintah daerah Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan potensi generasi muda serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan kreativitas dan bakat mereka.