DKP2KB Sumenep Berikan Imunisasi Anak Cegah Wabah dan Lindungi Generasi

DKP2KB Sumenep Berikan Imunisasi Anak Cegah Wabah dan Lindungi Generasi
Foto: Kepala DKP2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes.

SUMENEP, Suarademokrasi – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) dengan jaringan puskesmas terus mengintensifkan program imunisasi bagi balita dan anak pelajar sebagai bagian dari upaya preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program tersebut dilaksanakan untuk membangun kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menegaskan bahwa imunisasi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, imunisasi memiliki peran strategis dalam mencegah munculnya KLB yang ditandai dengan meningkatnya angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tertentu dalam suatu wilayah dan kurun waktu tertentu, yang sebelumnya pernah terjadi di Sumenep. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi wabah apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Baca Juga: DKP2KB Sumenep Intensifkan Pembinaan UKS Sekolah

“Yang kami lakukan melalui imunisasi terhadap anak adalah untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), yaitu meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tertentu yang dapat berkembang menjadi wabah sebagaimana pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya kepada media.

Meski demikian, pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Sumenep masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu hambatan yang cukup signifikan adalah masih adanya kekhawatiran dan keraguan sebagian masyarakat terhadap imunisasi akibat kurangnya pemahaman mengenai manfaat dan keamanannya.

“Di Sumenep masih banyak masyarakat yang anaknya belum mau diimunisasi. Akibatnya, kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi masih tetap terjadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ellya menjelaskan bahwa imunisasi bertujuan mencegah berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), seperti campak, difteri, pertusis (batuk rejan), dan polio. Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan dampak serius, bahkan berujung pada kematian apabila tidak dicegah sejak dini.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pencegahan KLB sangat bergantung pada tingginya cakupan imunisasi yang merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan layanan imunisasi di seluruh puskesmas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Secara akademik, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti paling efektif dan efisien dalam menekan angka kesakitan, kecacatan, serta kematian akibat penyakit menular. Selain melindungi individu yang menerima vaksin, imunisasi juga berkontribusi membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang mampu melindungi masyarakat secara luas.

Maka dari itu, melalui sosialisasi dan edukasi ini yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap masyarakat semakin memahami pentingnya imunisasi sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak. Kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung program imunisasi menjadi faktor penting untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan produktif di masa depan.

Melalui pemberitaan ini, diharapkan dapat menjadi sarana edukasi publik sekaligus mendorong para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, risiko terjadinya wabah penyakit dapat diminimalkan, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Sumenep dapat terus meningkat.

Exit mobile version