Kejari Sumenep Digeruduk Mahasiswa Berdemonstrasi Jilid II Terkait Kasus BSI

Kejari Sumenep Digeruduk Mahasiswa Berdemonstrasi Jilid II Terkait Kasus BSI
Foto: Mahbub Junaidi, koordinator lapangan aksi, berdemonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Sumenep
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Selasa 21 Mei 2024, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Dear Jatim kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Sumenep. Aksi jilid II ini merupakan kelanjutan dari protes mereka terkait lemahnya penanganan kasus dugaan korupsi di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sumenep, yang dinilai masih belum tuntas dan transparan.

Dengan membawa spanduk bertuliskan “HIDUP MAHASISWA, HIDUP RAKYAT INDONESIA,” para demonstran menyuarakan tuntutan mereka di depan kantor Kejaksaan Negeri Sumenep. Mahbub Junaidi, koordinator lapangan aksi, menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri Sumenep belum mampu mewujudkan supremasi hukum yang diharapkan dalam penanganan kasus korupsi ini.

Kasus dugaan korupsi di BSI Cabang Sumenep ini dilaporkan merugikan negara lebih dari 20 miliar rupiah. Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri Sumenep baru menetapkan tiga tersangka, yaitu dua pegawai bank dan satu orang swasta yang mengajak nasabah untuk melakukan peminjaman di bank tersebut. Mereka diduga melakukan mark up nilai jual beli agunan dan merekayasa pendapatan nasabah.

Baca Juga: Kontroversi Kasus Korupsi BSI: Mahasiswa Gegerkan Kejari Sumenep

Namun, Dear Jatim merasa penetapan tersangka ini belum cukup. “Berdasarkan kajian kami, masih banyak kejanggalan dalam penanganan kasus ini, terutama terkait penetapan tersangka yang hanya tiga orang,” ujar Mahbub Junaidi.

“Pada aksi jilid I, kami menyoal para nasabah, dan di jilid II ini, kami menambahkan tuntutan agar pihak appraisal dan BSI Cabang Surabaya juga ditetapkan sebagai tersangka karena pengajuan kredit tersebut melewati jenjang level pegawai di BSI.” Imbuhnya.

Dalam aksinya, Dear Jatim mengajukan empat tuntutan utama:

1. Kejaksaan Negeri Sumenep jangan tebang pilih dalam menangani kasus, khususnya kasus korupsi di BSI Cabang Sumenep.
2. Segera usut tuntas sampai ke akar-akarnya mafia perbankan di BSI.
3. Segera tetapkan tersangka kepada kepala BSI Cabang Surabaya dan tim appraisal.
4. Apabila tuntutan kami tidak diindahkan dalam waktu 7×24 jam, kami akan membawa kasus ini ke Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Jawa Timur.

Baca Juga :  Sinergitas Kerja Bakti Koramil 02/Kalianget Dengan Warga RT.7 RW.3

Para demonstran berharap Kejaksaan Negeri Sumenep dapat menindaklanjuti tuntutan mereka dengan serius dan menunjukkan komitmen untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Aksi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan media lokal, menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum di Indonesia.

Kejaksaan Negeri Sumenep ini terus disoroti oleh beberapa media, karena berbagai macam persoalan dalam penegakan hukum kasus tindak pidana yang ditanganinya dinilai masih tebang pilih seperti: kasus perkara dugaan korupsi Gedung Dinkes, kasus perkara narkotika dan kasus perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi terhadap 4 terdakwa yang hanya dituntut 2 bulan penjara yang divonis hakim 1 bulan 10 hari saja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Sumenep terkait tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa Dear Jatim. Masyarakat Sumenep kini menantikan langkah selanjutnya dari pihak berwenang dalam menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik ini.