Berita  

Mahasiswa KKN Unija Madura Sosialisasikan Dampak Pernikahan Dini di Desa Dempo Timur

Mahasiswa KKN Unija Madura Sosialisasikan Dampak Pernikahan Dini di Desa Dempo Timur
Foto: Bersama mahasiswa KKN Unija Madura 2024 dengan sejumlah santriwati saat menggelar sosialisasi pernikahan dini.
banner 120x600

PAMEKASAN, Suarademokrasi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja Madura tahun ajaran 2024/2025 mengadakan sosialisasi tentang risiko pernikahan dini pada hari ke-6 mereka KKN. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 8 Juli 2024, bertempat di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Sosialisasi yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB, yang dihadiri oleh 40 peserta yang merupakan santriwati Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an. Dengan narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Marsuki, S.Ag., perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasean.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang dampak negatif pernikahan dini terhadap pendidikan dan kesehatan remaja. Dalam pemaparannya pemateri, menjelaskan berbagai risiko yang dapat timbul akibat pernikahan dini, termasuk gangguan kesehatan reproduksi, peningkatan angka putus sekolah, serta dampak psikologis yang bisa memengaruhi perkembangan mental remaja.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Desa Dempo Timur Gelar Senam Bersama dan Kunjungan Proker

Para remaja yang menikah di usia dini cenderung menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat pendidikan dan perkembangan pribadi mereka. Pernikahan dini sering kali mengakibatkan putus sekolah, sehingga kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik menjadi tertutup.

Selain itu, juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para remaja. Beliau mendorong para santriwati untuk terus mengejar pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mengembangkan diri menggapai sebuah impian masa depan.

Dalam acara sosialisasi ini, para Mahasiswa KKN Universitas Wiraraja Madura berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para remaja putri, tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. Mereka juga mengajak para peserta untuk menyebarkan informasi yang didapatkan kepada teman-teman dan keluarga mereka.

Baca Juga :  Ditemukan Bayi Tidak Berdosa Dibuang Tanpa Busana

Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait pernikahan dini dan dampaknya. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para remaja di Desa Dempo Timur dapat lebih memahami pentingnya pendidikan dan kesehatan sebelum memutuskan untuk menikah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.