JAKARTA – Suarademokrasi.id | Meskipun dalam kondisi lengan sakit, pembalap Marc Marquez 93 (umur 29 tahun) asal Spanyol tetap terus berjuang untuk yang terbaik saat tampil di MotoGP Italia 2022.
Perjuangan pembalap Spanyol itu harus puas saat sampai digaris finis di urutan kesepuluh. Marquez mengaku jika selama balapan berlangsung ia harus menahan rasa sakit di bagian lengannya, karena usai insiden highside yang terjadi saat babak kualifikasi MotoGP.
Di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu 29 Mei 2022, diajang balap MotoGP, Marquez pembalap asal Spanyol ini memulai balapan dari posisi ke-12.
Baca juga:
- Luar Biasa, Ditahun 2022 Satresnarkoba Polres Sumenep Berhasil Ungkap 47 Kasus Narkotika
- Destinasi Paralayang Hanya Ada Di Sumenep Dan Mampu Melahirkan Atlet Berkualitas
- Didik Perangkat Desa Marengan Daya Jarang Ngantor Di Balai
Saat masih pada stat balapan awal, meskipun dalam kondisi lengan tangan yang sakit akibat cedera pada babak kualifikasi sebelumnya, namun karena perjuangannya pembalap Spanyol ini masih mampu menampilkan aksi balapannya dengan cukup baik dan masih bisa bersaing dengan lawan pebalap lain yang berada di depannya.
Namun, karena kondisi lengannya Marquez ini yang kurang mendukung di beberapa putaran pada panjang lintasan area yang telah dilalui, performa balapan Marquez mulai menurun. Akhirnya pembalap asal Spanyol itu disalip oleh sejumlah pembalap lain sehingga sampai bendera finis berkibar, pembalap ini harus menerima di urutan kesepuluh dari pembalap lain yang sudah mendahului masuk garis finis.
Usai ajang balapan MotoGP tersebut, pembalap Spanyol itu mengakui bahwa rute di Sirkuit Mugello tersebut terasa sangat sulit. Kekalahan untuk diurutan pertama pembalap Spanyol itu selain menguji mental keahliannya, fisik Marquez sangat terkuras karena sambil menahan rasa sakit di lengan kanan yang diakibatkan insiden MotoGP sebelumnya.
“Tadi itu adalah balapan yang sulit. Saya hanya menikmati di enam, tujuh putaran di awal. Saya melakukan start yang bagus dan saya melihat rombongan depan dan saya bisa balapan dengan kecepatan yang kurang lebih sama,” ucap Marquez dikutip di media online Detikoto.
Dia menambahkan bahwa, meskipun tangan lengannya mengalami rasa sakit, Marquez tetap profesional menyelesaikan balapannya sampai garis finis.
“Tapi saya mendapatkan satu peringatan dan saya menyerah karena saya mulai mengalami arm pump dan rasa sakit sehingga kurang bertenaga. Saya menyudahi balapan, saya berada di rombongan, saya merasa hanya sekadar balapan saja lalu saya menuntaskan balapannya,” imbuhnya.
Baca juga:
Marquez juga menyampaikan bahwa, sebenarnya dirinya bisa saja tidak mengikuti balapan MotoGP di Mugello Italia, jika saja beberapa hari sebelum race informasi tersebut diterimanya bahwa kalau dirinya harus naik meja operasi.
“Memang benar saya menerima berita itu pada hari Jumat, tetapi jika saya menerima berita itu pada hari Rabu atau Kamis, saya tidak akan balapan di sini. Tapi informasi tersebut saya baru terima hari Jumat, lalu saya sudah di sini. Honda mengizinkan saya untuk memilih apa yang terbaik untuk saya,” tutur pebalap Spanyol itu.
Karena memiliki tanggungjawab sebagai pembalap terhadap negaranya yang dibawa, Marquez berani mengambil resiko untuk dirinya sendiri dan tetap mengikuti balapan itu hingga mampu menyelesaikan race dengan baik walau ia harus menahan rasa sakit akibat cedera di lengan kanannya menyusul kecelakaan pada 2020 silam.
“Saya memutuskan untuk tetap melanjutkan balapan karena saya telah membalap sampai sekarang. Saya tetap mengambil risiko walau harus mengendarai motor hingga 350 km per jam,” tegasnya.
