Berita  

SPBU Kalianget Menjual Ribuan Liter BBM Bersubsidi Pada Jerigen Sedangkan Mobil Tidak Dilayani 

SPBU Kalianget Menjual Ribuan Liter BBM Bersubsidi Pada Jerigen Sedangkan Mobil Tidak Dilayani 
Foto: Operator SPBU Kalianget menjual BBM solar bersubsidi pada jerigen dan diangkut ke dalam mobil carry (mobil pribadi).
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – SPBU Kalianget kembali menjadi sorotan setelah terlihat bebas menjual ribuan liter BBM solar bersubsidi ke dalam jerigen untuk dikirim ke Kepulauan Sapeken. Sedangkan di hari sebelumnya sebuah mobil L300 tidak dilayani untuk pembelian solar hanya Rp25.000,- dengan alasan barcode kendaraan tidak terbaca. Padahal barcode tersebut yang biasa digunakan membeli BBM di SPBU lain.

Tepatnya pada hari Minggu malam 16 Juni 2024, di malam takbiran Hari Raya Idul Adha, mobil L300 tersebut mengalami penolakan dari operator SPBU Kalianget dengan alasan barcode kendaraan tidak terbaca oleh mesin. Akibatnya, pengemudi yang hendak membeli BBM untuk kebutuhan mendesak merasa sangat kecewa, terutama karena kondisi BBM mobil yang sudah berada di garis merah ‘E’.

Di hari Senin Malam 17 Juni 2024, pihak media mendapatkan telpon dari salah satu warga Sumenep yang tidak perlu disebutkan namanya, menyampaikan bahwa pihak SPBU Kalianget sedang melakukan pengisian BBM solar bersubsidi pada jerigen dengan kapasitas yang cukup banyak.

Baca Juga: SPBU Kalianget Tidak Melayani Penjualan BBM Hanyakarena Barcode Kendaraan Tidak Terbaca

“Kamu ada dimana, sekarang di SPBU Kalianget ada pengisian BBM pada jerigen dengan kapasitas banyak yang diangkut dengan truk, cuma saya gak sempat foto/video,” ucap orang yang menghubungi redaksi media Suara Demokrasi melalui telepon aplikasi WhatsApp, sekitar pukul 22.05 wib.

Karena waktu itu sedang menemani tamu dari Jawa Barat mencari kopi diarea kota Sumenep hingga larut malam, sehingga pihak media tidak sempat melakukan investigasi ketempat SPBU Kalianget.

Selain itu di hari Selasa 18 Juni 2024, pukul 14.52 wib, pihak media lagi-lagi di telfon dari orang yang berbeda warga sekitar melaporkan bahwa pihak SPBU Kalianget sedang melakukan pengisian BBM solar bersubsidi pada jerigen dengan jumlah yang cukup banyak yang akan diangkut dengan mobil pickup.

Karena momen lebaran ada kerabat yang sedang bersilaturahmi dalam rangka hari raya, pihak media tidak bisa segera melakukan investigasi langsung. Sekitar pukul 16.16 wib, setelah kerabat pulang, pihak media langsung melakukan investigasi ke SPBU Kalianget terlihat plang pengumuman yang bertuliskan Solar kosong dipampang di pintu masuk dari arah timur dan kegiatan pengisian BBM bersubsidi sudah lenyap tak terlihat di SPBU Kalianget.

Baca Juga :  Diakhir Madura Culture Festival 2023 Dipadati Ribuan Pengunjung

Berdasarkan hasil konfirmasi media kepada pihak SPBU Kalianget menyatakan bahwa benar ada pengisian BBM solar pada jerigen untuk kepulauan Sapeken, dan BBM tersebut kata pihak SPBU Kalianget adalah milik Kepala Desa di wilayah kepulauan Sumenep.

“Iya tadi ada pengisian BBM jenis solar 1 KL, milik Kepala Desa Sapeken,” jawabnya kepada media.

Kemudian, pada pukul 23.16 WIB, pihak media di telfon oleh wartawan, saat melintas di jalan raya terlihat lagi aktivitas penjualan BBM solar bersubsidi pada sejumlah jerigen yang berisi BBM diangkut menggunakan mobil carry pribadi, sehingga saya meminta pihak wartawan untuk menjemput saya dan melakukan investigasi ke lokasi SPBU Kalianget.

Setelah beberapa menit kemudian pihak media bersama wartawan sampai di lokasi SPBU Kalianget, mobil col carry tersebut sudah tidak berada di SPBU, malah terlihat sebanyak sejumlah jerigen yang berisi BBM solar bersubsidi berada di atas col pickup yang disembunyikan di sebelah selatan truk yang diparkir di sebelah barat pengisian BBM.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari super pengangkut BBM bersubsidi tersebut sebanyak 40 jerigen, masing-masing berisi 33 liter. Yang sebagian jerigen masih proses pengisian BBM solar bersubsidi yang dilakukan oleh pihak operator SPBU Kalianget.

Disaat pihak media menanyakan surat rekomendasi pembelian BBM tersebut kepada pihak sopir dan 2 orang pekerja pengangkut BBM tidak bisa menunjukkan surat pembelian BBM bersubsidi dan pihak operator SPBU pun tidak bisa menunjukkannya.

“Saya tidak megang surat rekomendasi itu, coba langsung ditanyakan kepada orangnya karena saya cuma disuruh menyetir,” jawab Super tersebut.

Maka dari itu, untuk menghindari perdebatan, pihak media langsung mendatangi kantor Kepolisian Polsek Kalianget untuk melaporkan hal tersebut, hingga pihak media menunggu lama pihak petugas kepolisian untuk ke SPBU. Sekitar 30 menit kemudian, Melintaslah mobil pickup yang mengangkut sejumlah jerigen yang berisi BBM solar bersubsidi di depan kantor Polsek Kalianget dengan membunyikan klakson mobil yang terkesan membiarkan isyarat.

Baca Juga :  Polres Sampang Lelet Menangani Kasus Dugaan Penggelapan Honor BPD

Setelah itu, beberapa menit kemudian pihak kepolisian baru memanasi mesin mobil patroli nya untuk menuju ke SPBU, setelah nyampe di SPBU lampu di SPBU dimatikan dan sejumlah jerigen yang berisi BBM serta mobil pickup pengangkut BBM tersebut sudah tidak ada. Saat ada 2 petugas Kepolisian menanyakan rekom tersebut, pihak operator pun juga tidak bisa menunjukkan surat rekomendasi pembelian BBM tersebut.

Setelah pihak petugas kepolisian tersebut menerima telepon dari seseorang, pihak Kepolisian itu hanya menyampaikan kepada pihak operator SPBU Kalianget agar besok pagi menghadap kepada Polsek Kalianget dengan menunjukkan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.

“Besok aja menghadap ke pihak Reskrim Polsek Kalianget dengan membawa surat rekomendasi tersebut ya,” ucap salah satu polisi tersebut.

Dari uraian diatas nampak terlihat harmonis hubungan pihak SPBU dengan petugas kepolisian yang datang ke SPBU Kalianget, hal itu di ibaratkan polisi Indonesia memerankan sebuah film polisi India muncul disaat BBM sudah tidak ada. Terkesan SPBU Kalianget sangat kebal dari hukum Dan sampai berita ini tayang, tidak ada informasi tindak lanjutannya tentang BBM tersebut dari pihak Polsek Kalianget.