Berita  

Pemerintah Desa Kalianget Barat Abai Terhadap Pohon Tumbang 

Pemerintah Desa Kalianget Barat Abai Terhadap Pohon Tumbang 
Foto: Pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.

SUMENEP, Suarademokrasi — Ditengah pihak pemerintah terus melakukan perbaikan dalam memberikan pelayanan publik untuk mendapatkan kepercayaan rakyat, pihak pemerintah desa malah abai terhadap laporan warga atas adanya pohon tumbang akibat hujan yang disertai angin kencang yang terjadi di Dusun Kebun Kelapa, Desa Kalianget, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Kamis 22 Januari 2026.

Sebelum melaporkan ke 112, sebagai warga telah melaporkan kejadian pohon tumbang melalui chat WhatsApp dan diteruskan dengan telepon seluler kepada Suhrawi PJ Kades Kalianget Barat. Berniat meminjam senso gergaji mesin potong kayu (chainsaw) untuk memotong sendiri pohon yang tumbang, PJ menyuruh warga untuk mengambil ke balai desa, sesampainya di balai desa PJ mengatakan satu senso masih dipakai oleh warga lain dan yang satunya tidak diijinkan oleh perangkat desa bagian aset karena masih belum dipakai.

Sikap abai pemerintah desa terhadap pohon tumbang tersebut menunjukkan sikap ketidakpeduliannya terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat, tidak memberikan pinjaman senso gergaji pemotong kayu yang dibeli dari hasil uang pajak rakyat seolah milik pribadinya. Meskipun senso tersebut sangat dibutuhkan secara mendesak untuk memangkas pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dan ranting pohon yang beresiko tumbang, pihak pemerintah tetap tidak memberikan.

Baca Juga: Abainya Aparatur, Pelayanan Publik Dipertanyakan

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat kepercayaan masyarakat terhadap pihak pemerintah semakin buruk, mengingat senso tersebut merupakan aset desa yang bersumber dari uang pajak rakyat dan seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat tanpa harus tebang pilih, terutama dalam situasi darurat yang dibutuhkan warga. Apalagi kondisi cuaca hujan deras disertai angin kencang, sejumlah pohon besar yang berpotensi akan tumbang dan membahayakan keselamatan warga perlu dilakukan pemangkasan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kalianget, Suhrawi, menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa telah membeli dua unit senso mesin gergaji pemotong kayu menggunakan dana desa tahun anggaran 2025. Namun, menurutnya, satu unit dipinjam warga yang masih dalam proses perbaikan karena rusak, sedangkan satu unit lainnya belum dapat digunakan karena masih berada dalam kemasan.

“Yang satu ada di warga masih diperbaiki dan yang satunya masih belum dipasang,” ujar Suhrawi kepada warga di tempat kerjanya, Kamis (22/1/2026).

Ketika warga menyatakan kesediaan membantu memasang komponen senso tersebut agar dapat segera digunakan, Suhrawi menyampaikan bahwa perangkat desa bagian aset tidak memberikan izin peminjaman dengan alasan mesin alat pemotong rumput yang digunakan RT untuk program kerja bakti kebersihan lingkungan belum dikembalikan.

“Bagian aset yang tidak memberikan, katanya mesin pemotong rumput yang dipinjam belum dikembalikan,” tambahnya.

Persoalan ini semakin memicu kekecewaan warga karena pada tahun sebelumnya pihak RT mengajukan permohonan untuk dibelikan MC pemotong rumput, Suhrawi berjanji akan membelikan mesin pemotong rumput tersebut untuk menjadi aset RT. Namun, hingga kini, janji tersebut ternyata hanyalah kebohongan saja yang akan membelikan untuk RT.

Bila dikaitkan dalam konteks pelayanan publik, penolakan peminjaman senso tersebut dipandang bertentangan dengan semangat pengelolaan aset desa yang mengedepankan asas kemanfaatan, kepentingan umum, dan keselamatan warga. Terlebih, upaya pemangkasan ranting pohon sebelum tumbang merupakan langkah preventif untuk mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material.

Sikap perangkat desa yang terkesan kaku dan tidak responsif ini dinilai mencerminkan rendahnya sensitivitas sosial dan kesadaran diri aparatur desa terhadap permasalahan riil di tengah masyarakat. Padahal, sebagai pejabat dan aparat desa yang digaji dari uang pajak rakyat, dituntut untuk memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk hadir sebagai solusi, bukan justru diam tidak peduli terhadap warga yang membutuhkan.

Dengan kondisi tersebut, pihak media langsung membantu menghubungi 112 untuk meminta bantuan memangkas pohon tumbang tersebut dan dengan sikap cepat pihak petugas kepolisian Polsek Kalianget, masalah pohon tumbang bisa diatasi dengan cepat tanpa ada kendala, sehingga warga sekitar memberikan apresiasi kepada petugas kepolisian dan 112 yang merespon aduan warga, sedangkan dari pihak pemerintah desa tidak ada satupun yang peduli untuk melihat pohon tumbang kelokasi.

Exit mobile version