Ratu Sumenep Menunggangi Kereta Kencana Pada Prosesi Festival Lebaran Ketupat 2024

Ratu Sumenep Menunggangi Kereta Kencana Pada Prosesi Festival Lebaran Ketupat 2024
Foto: Wakil Bupati Sumenep Dewi Kholifah sebagai Ratu Sumenep menunggangi kereta kencana pada prosesi lebaran ketupat 2024.

SUMENEP, Suarademokrasi | Setiap tahun di momen hari raya Ketupat menjadi tradisi budaya bagi orang Sumenep Madura Jawa Timur, kini Wakil Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, M.Pd.I., sebagai Ratu Sumenep dengan pakaian adat Madura (baju Marlena) menunggangi kereta kencana dengan pengawalan panglima berkuda, Selasa 16 April 2024.

Dua hari berturut-turut sudah dilakukan kegiatan festival oleh Pemkab Sumenep, yang menjadi salah satu bagian kegiatan Calendar Event Sumenep dengan anggaran APBD tahun 2024, guna untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Sumenep khususnya bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai Lombang untuk berwisata bersama keluarga dan sanak famili serta kerabat.

Didalam acara kegiatan prosesi festival lebaran ketupat tahun 2024, Dewi Kholifah sebagai Ratu Sumenep menggantikan pihak Bupati Sumenep yang rencananya menjadi Raja Sumenep bersama istrinya sebagai Ratu, berkunjung ke pantai Lombang yang dikawal oleh para prajurit yang membawa sejumlah ketupat yang ditumpuk mengerucut lancip keatas memasuki untuk merayakan lebaran ketupat bersama masyarakat Sumenep di area wisata pantai Lombang.

Baca Juga: Festival Layangan Led Di Pantai Lombang Menyedot Ribuan Pengunjung

Sebelum prosesi ketupat dilakukan, Ratu Sumenep dengan para undangan yang hadir disambut dengan sebuah tarian Sanggar Gaya Tri, yang ditemani oleh lantunan musik tong-tong yang berlaga di atas panggung untuk menghibur sang Ratu Sumenep dan para undangan serta pengunjung yang ada.

Dalam sambutan Ratu Sumenep mengatakan, bahwa wisata pantai Lombang suatu tempat wisata kebanggaan Kabupaten Sumenep yang menjadi tempat pilihan untuk pelaksanaan kegiatan acara proses festival lebaran ketupat 1445 H/2024 M.

“Di pantai Lombang yang menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Sumenep ini, semoga kita semua diberikan kemudahan dan kelancaran atas segala urusan dan pekerjaan pada kegiatan kita pada hari ini , serta di berikan suatu barokah atas riski kita semua, untuk perayaan festival lebaran ketupat ini kita semua akan bersama-sama nanti makan ketupat, ucap Dewi Kholifah, Selasa 16 April 2024.

Ucapan syukur atas rahmat dan hidayah dipanjatkan Ratu Sumenep kepada Allah SWT, karena telah diberikan cuaca yang sangat cerah bersahabat dan angin yang sepoi-sepoi mengantarkan yang mengantarkan Sang Ratu Sumenep dan segenap para undangan serta pengunjung yang ada bisa berkumpul di wisata pantai Lombang.

“Alhamdulillah festival layang-layang bisa kita laksanakan tadi malam dan sudah ada pemenang, saya ucapkan selamat kepada para pemenang dan bagi pihak yang belum diberi kesempatan untuk menang jangan sampai berkecil hati, di hari lebaran ketupat ini mari kita berbahagia, yang penting semua nanti bisa makan ketupat.” Pungkas Ratu Sumenep.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dewi Kholifah menyampaikan permohonan ketidak kehadiran Bupati Sumenep beserta Istri, dikarenakan ada kepentingan mendadak yang tidak bisa di tinggalkan. Ucapan apresiasi juga diberikan kepada pihak penyelenggara festival sehingga bisa berjalan lancar.

“Saya beserta jajaran Pemkab Sumenep menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pihak panitia dan pihak yang terlibat sehingga acara bisa berjalan dengan lancar, insyaallah tidak mengecewakan para wisatawan yang hadir sejak kemarin hingga berkemah di bawah rindangnya pohon Cemara udang untuk ikut langsung menyaksikan Festival Layangan Led kemarin hingga festival lebaran ketupat pada hari ini.” Tuturnya.

Dirinya berharap dengan diadakannya berbagai festival tersebut, khususnya dalam merayakan lebaran ketupat bisa terus dilestarikan kepada para generasi penerus, karena tradisi budaya ini memiliki arti yang bermakna bagi kita sebagai umat beragama.

“Harapan kita bersama, budaya tradisi makan ketupat yang biasa dilakukan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri, yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari leluhur kita terdahulu. Maksud dan tujuan ini adalah ketupat lober yang artinya lepas dan runtuh semua dari segala kesalahan dan dosa yang kita perbuat dan kita kembali ke Fitri kepada Allah SWT.” Pintanya Sang Ratu Sumenep.

Selain itu, festival yang diadakan di tempat wisata pantai Lombang ini memiliki tujuan dari pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mempromosikan dan mengenalkan pantai Lombang sampai kemanca negara, sehingga akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian para UMKM masyarakat sekitar.

Exit mobile version