Berita  

Atensi Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Sampah Akhirnya Dibersihkan

Atensi Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Sampah Akhirnya Dibersihkan
Foto: M. Muhri. S.Thi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi — Permasalahan tumpukan sampah di kawasan pesisir dan perumahan PT Garam Persero Kalianget yang sebelumnya menuai kritik luas, akhirnya mulai ditangani. Pembersihan dilakukan setelah adanya perhatian serius dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, M. Muhri, S.Th.I., fraksi PKB.

Sebelumnya, kondisi sampah di lokasi tersebut dibiarkan menumpuk tanpa penanganan berarti dari para pemangku kebijakan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep yang dipimpin Anwar Syahroni Yusuf, Camat Kalianget Hakiki Maulana, serta pihak PT Garam. Padahal, persoalan ini telah menjadi sorotan media dan masyarakat karena dampaknya yang berpotensi mengancam kesehatan akibat pembusukan sampah dan bau tidak sedap.

Maka dari itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, M. Muhri, S.Th.I, merespons cepat laporan yang diterima dari redaksi. Ia menilai kehadiran media seharusnya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan persoalan publik, bukan justru direspons secara negatif.

Baca Juga: Lempar Tanggung Jawab Sampah Kian Tak Tertangani

“Seharusnya Camat bersyukur ada media yang peduli memberikan informasi. Dengan begitu, persoalan sampah ini bisa segera kami tindaklanjuti ke DLH Kabupaten Sumenep,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).

Tak lama setelah adanya komunikasi tersebut, Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, akhirnya memberikan tanggapan. Ia menyampaikan rencana pembersihan sampah melalui kolaborasi antara DLH dan PT Garam.

“Monitoring sampah di Pelabuhan Cinta Kalianget akan dilakukan pembersihan besok, Kamis, melalui kolaborasi DLH dan PT Garam,” tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada redaksi, Rabu 1 April 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (3/4/2026), proses pembersihan telah dilakukan. Sebagian besar sampah yang sebelumnya menumpuk di area Pelabuhan Rakyat (PELRA) Kalianget atau yang dikenal sebagai Pelabuhan Cinta telah diangkut, meskipun masih terdapat sisa sampah di beberapa titik pesisir masih ada tumpukan sabut kelapa muda.

Baca Juga :  Dugaan Kriminalisasi Ustad Suhriyanto, Kepolisian Disorot Publik

Masyarakat setempat mengapresiasi langkah tersebut, namun menekankan pentingnya konsistensi kepada Camat Kalianget dan Kepala DLH Sumenep sebagai pejabat publik yang digaji dari uang pajak rakyat untuk melakukan koordinasi pembersihan secara berkelanjutan dalam penanganan sampah agar tidak kembali menumpuk di kemudian hari.

“Alhamdulillah sampah sudah dibersihkan berkat perhatian media dan DPRD Sumenep. Tapi kami berharap ini dilakukan secara berkelanjutan, jangan menunggu viral dulu baru ada tindakan, karena dampaknya sangat mengancam kesehatan,” ujarnya.

Secara substantif, penanganan sampah di kawasan pesisir tidak hanya menjadi tanggung jawab teknis semata, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Ke depan, sinergi antar instansi, pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan pengelolaan sampah berjalan efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan bersama untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Maka dari itu, kesadaran masyarakat untuk membuang sampahnya pada tempat yang ada. Selain itu, pihak pemerintah juga diharapkan untuk menyediakan tempat pembuangan sampah dibeberapa titik agar pembuangan sampah tidak menumpuk hanya disatu tempat saja.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.