SUMENEP Suarademokrasi – Dalam momentum istimewa Madura Culture Festival (MCF) 2024, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep, dr. Erliyati, M. Kes, tampil anggun bersama sang suami di panggung Parade Batik Pentahelix. Pada Minggu malam (08/09/2024), pasangan tersebut memperlihatkan keanggunan dalam balutan busana batik Canteng Koneng, salah satu motif kebanggaan Kota Keris.
Busana couple yang dikenakan oleh dr. Erliyati dan suami tercintanya itu memancarkan nuansa mewah dan berwibawa, sesuai dengan karakter khas batik Sumenep. Meski sudah tidak muda lagi, keduanya tetap tampil penuh kharisma dan keanggunan, layaknya pasangan peragawan dan peragawati Sumenep.
Parade Batik Pentahelix merupakan salah satu rangkaian acara utama dalam Sumenep Batik Festival 2024, yang digelar di GOR A. Yani Sumenep. Di hadapan segenap penonton, dr. Erliyati dengan penuh percaya diri menggandeng mesra tangan suaminya, sembari melambaikan tangan menyapa para penonton dari atas panggung. Pasangan ini mengikuti ritme musik dengan elegan, bahkan memperlihatkan beberapa pose menarik, menambah daya tarik penampilan mereka.
Baca Juga: Festival Musik Tong-Tong Kalianget Cup 2024 Mampu Menghidupkan Kesenian Dan Ekonomi Lokal
Kebanggaannya sebagai masyarakat Sumenep terhadap batik, khususnya karya batik dari Sumenep yang merupakan kekayaan budaya Indonesia harus terus dijaga secara bersama-sama.
Parade Fashion Show Batik Pentahelix ini yang digelar Pemkab Sumenep menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu dalam rangkaian MCF 2024. Tidak hanya diikuti oleh para peserta dari Sumenep, grand final Sumenep Batik Festival juga melibatkan 81 peserta dari 10 kabupaten di wilayah Tapal Kuda. Setelah pengumuman para pemenang, acara ini semakin meriah dengan suguhan tari kreasi khas Madura.
Festival budaya ini tidak hanya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menjadi ajang bagi para pemimpin daerah untuk turut serta menunjukkan apresiasi mereka terhadap warisan budaya yang dimiliki. Penampilan dr. Erliyati bersama suaminya menjadi salah satu sorotan yang menambah semarak acara, memperlihatkan bahwa cinta terhadap batik dan budaya lokal bisa tampil dalam berbagai cara yang elegan dan penuh makna.














