Berita  

Aksi Robohkan Pagar Menuntut Keadilan Kepada Pemkab Sumenep

Aksi Robohkan Pagar Menuntut Keadilan Kepada Pemkab Sumenep
Foto: Pagar besi pintu gerbang Pemkab Sumenep yang dirobohkan oleh pendemo.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi.id | Sejumlah massa aksi dari Aliansi Gerakan Pemuda (Garda) Timur Daya bersama warga Gapura mengepung kantor Pemkab Sumenep untuk menuntut keadilan atas kematian bayi yang diduga disebabkan karena diambil sempel darahnya oleh pihak Puskesmas Batang-batang.

Para massa aksi demo sampai melakukan aksi brutalnya merobohkan pagar besi didepan kantor Pemkab Sumenep, sebagai wujud kekecewaannya terhadap Pemkab Sumenep yang tidak bisa memberikan keadilan kepada pihak keluarga korban. Jumat 8 Desember 2023.

Sebelum aksi brutal itu dilakukan oleh para pendemo, mereka berorasi secara bergiliran menuntut Pemkab Sumenep Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo agar mendengarkan suara masyarakat untuk mengambil sikap tegas memberikan keadilan kepada pihak keluarga korban untuk mengambil tindakan memberikan sanksi kepada Kepala Puskesmas Batang-batang dan Bidan Windu, yang dituding telah melakukan dugaan malpraktek yang mengakibatkan meninggalnya bayi.

Baca Juga: Polres Sumenep Terjunkan 205 Personil Amankan Unras

“Yang kami tuntutan kepada Pemkab Sumenep, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo harus turun tangan untuk mengatasi polemik yang terjadi di masyarakat Gapura atas meninggalnya bayi, copot Kepala Puskesmas Batang-batang dan juga Bidan Windu.

Selain itu, Bupati Sumenep harus melakukan evaluasi besar-besaran kepada Puskesmas yang ada di wilayah kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah kecamatan Batang-batang kabupaten Sumenep yang menimbulkan polemik di masyarakat, akibat dugaan malpraktek yang mengakibatkan seorang bayi meninggal dunia.” Ujar salah satu orator saat dikonfirmasi media.

Dalam pantauan media dilokasi, setelah para aksi menyampaikan orasinya secara bergiliran, perwakilan pihak pejabat Pemkab Sumenep menemui para pendemo menyampaikan bahwa Bupati Sumenep tidak ada. Karena tidak bisa memberikan kepastian atas tuntutan pihak keluarga korban, para aksi pendemo kecewa dan bergeser ke pintu gerbang bagian barat untuk melakukan aksi brutalnya merobohkan pagar pintu gerbang yang berbeda didepan kantor Pemkab Sumenep, untuk masuk kedalam mencari Bupati Sumenep.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-79, RT 007 / RW 003 Dusun Kebun Kelapa Gelar Berbagai Lomba

Atas aksi brutal pendemo yang meluapkan kekecewaannya berhasil merobohkan pagar besar yang terbuat dari besi tersebut, hingga mengakibatkan salah satu anggota Polres Sumenep yang mengamankan aksi demontrasi menjadi korban, kedua tangan anggota Polisi tersebut terluka.

Aksi Robohkan Pagar Menuntut Keadilan Kepada Pemkab Sumenep
Foto: Anggota Polres Sumenep yang menjadi korban akibat aksi perobohan pagar besi didepan kantor Pemkab Sumenep.

Untung dari pihak petugas Kepolisian yang ikut mengamankan aksi demontrasi tersebut bisa mengontrol emosinya, sehingga tidak terjadi bentrokan antara Petugas Kepolisian dengan para pendemo yang menyimpan rasa kekecewaan, dikarenakan sudah melakukan aksi demontrasi sebanyak 3 kali tapi tidak mendapatkan keadilan yang diharapkannya oleh pihak keluarga korban.

Aksi brutal tersebut yang dilakukan para aksi pendemo sebagai wujud kekecewaannya pihak keluarga korban yang menuntut keadilan tidak segera direspon oleh Pemkab Sumenep untuk memberikan sanksi kepada Kepala Puskesmas dan bidan yang bersangkutan, yang diduga menjadi penyebab meninggalnya bayi yang diambil sempel darahnya oleh pihak Puskesmas Batang-batang.

Setelah beberapa menit kemudian pihak perwakilan aksi dan pihak keluarga korban melakukan komunikasi dengan Bupati Sumenep melalui video call selulernya, bahwa Achmad Fauzi Wongsojudo berjanji akan merespon aspirasi pendemo dengan melalui mekanisme yang ada.

Setelah Bupati Sumenep merespon tuntutan para aksi dan meminta waktu untuk melakukan langkah-langkah secara regulasi yang ada dengan pemanggilan terhadap orang-orang yang terkait untuk dimintai keterangannya, akhirnya para aksi demo dengan tertib dan aman membubarkan diri.

Sebelum para aksi demo membubarkan diri, salah satu orator aksi menyampaikan ultimatum kepada media bahwa bila nantinya Pemkab Sumenep melalui keputusan Bupati Sumenep tidak memenuhi janjinya mengambil tindakan terhadap pihak Puskesmas Batang-batang, akan melakukan aksi terus.

“Kami tetap akan kawal sampai ada titik terang, minimal minimal Kepala Puskesmas Batang-batang dan Bidan Windu angkat kaki dari Puskesmas Batang-batang.” Tegas Yongki selaku orator aksi.

Baca Juga :  Himbauan Kapolsek: Jalan Raya Gelis Sudah Normal Kembali

Yongki berharap kepada Bupati Sumenep agar bisa mewujudkan Jargon Pemkab Sumenep kepada segenap masyarakat yaitu ‘Bismillah Melayani’

Di Momen menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, Pemkab Sumenep Terus dihujat aksi demo dari berbagai kalangan dalam melakukan sebuah kritik atas kepemimpinan Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep selama menjabat dalam menjalankan roda kepemerintahan kabupaten Sumenep.