SUMENEP, Suarademokrasi — Dinas Kesehatan (Dinkes) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader sebagai langkah strategis memperkuat upaya pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 9–10 April 2026, di Hotel Baghraf.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program promosi kesehatan yang dilaporkan oleh drg. Ellya Fardasah selaku Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Desi, kepada media.
Dirinya menyampaikan bahwa pertemuan ini menghadirkan dr. Basra Ahmad Amru sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan, khususnya dalam upaya edukasi, komunikasi, dan pendekatan persuasif kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Sumenep Lakukan Evaluasi Berkala
“Peserta kegiatan terdiri dari tenaga kesehatan lintas fasilitas layanan primer, seperti kepala puskesmas, dokter umum, bidan desa, serta kader kesehatan. Selain itu, kegiatan turut dihadiri unsur struktural dan tim teknis, di antaranya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, tim kerja promosi kesehatan, tim imunisasi, serta tim surveilans. Ujar Desi, Sabtu 11 April 2026.
Pihaknya menambahkan, bahwa dalam forum tersebut, peserta dibekali pemahaman teknis mengenai strategi pencegahan PD3I yang efektif, termasuk penguatan kemampuan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi sebagai langkah preventif kesehatan.
“Dalam kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam upaya pencegahan PD3I. Kedua, memberikan pemahaman tentang metode pendekatan yang tepat agar masyarakat memiliki kesadaran dan kemauan mengikuti program imunisasi. Ketiga, memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan edukasi yang benar, efektif, dan mudah dipahami masyarakat.” Imbuhnya.
Menurutnya, program ini dinilai penting dalam mendukung penguatan sistem kesehatan berbasis masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader di tingkat akar rumput, pemerintah daerah berharap cakupan imunisasi dapat terus meningkat sehingga risiko penyebaran penyakit menular yang dapat dicegah dapat ditekan secara maksimal.
“Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam membangun pelayanan kesehatan preventif yang berkelanjutan dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat,” Tutupnya.














