Festival Budaya Sumenep Perkuat Identitas Lokal

Festival Budaya Sumenep Perkuat Identitas Lokal
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Kabupaten Sumenep kembali menegaskan eksistensinya sebagai daerah kaya seni dan budaya melalui rangkaian festival budaya dalam Calendar Of Event 2026. Beragam tradisi lokal khas Madura ditampilkan sebagai upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah di tengah arus modernisasi.

Sebelumnya, salah satu kesenian yang menjadi perhatian publik ialah Jaran Serek, pertunjukan tradisional yang memadukan irama musik saronen dengan gerakan lincah kuda terlatih menyerupai tarian. Atraksi budaya tersebut menjadi ikon khas masyarakat Sumenep yang memiliki nilai historis panjang sejak masa Keraton Sumenep.

Jaran Serek dikenal sebagai kesenian tradisional warisan bangsawan Madura yang dahulu menjadi simbol kebesaran budaya lokal. Dalam pertunjukannya, kuda-kuda dihias ornamen warna-warni dan dipandu pawang berpakaian adat Madura sambil mengikuti alunan musik saronen secara harmonis.

Baca Juga: Pemkab Sumenep Menggelar Festival Kesenian Lokal Klenengan Dolanan

Masyarakat setempat mengenal istilah Jaran Serek sebagai “kuda menari”, yakni kuda yang dilatih secara khusus agar mampu bergerak selaras dengan tabuhan alat musik tradisional. Kesenian itu sempat mengalami kemunduran akibat perkembangan hiburan modern, namun kini kembali dihidupkan melalui berbagai festival budaya daerah.

Wakil Bupati menilai pelestarian Jaran Serek tidak cukup dilakukan melalui pertunjukan tahunan semata. Menurutnya, festival budaya harus menjadi ruang edukasi sekaligus sarana regenerasi pelaku seni tradisional bagi generasi muda.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong keterlibatan generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut aktif menjaga keberlangsungan budaya lokal. Selain itu, pengembangan konsep pertunjukan dinilai penting agar Jaran Serek tetap relevan tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.

“Pengembangan dapat dilakukan melalui tata pertunjukan, musik pengiring, kostum hingga koreografi yang lebih dinamis agar mampu beradaptasi dengan perkembangan hiburan modern,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapal Karam: Mie Instan dan Air Mineral Terapung di Pantai

Selain berfungsi sebagai pelestarian budaya, Jaran Serek juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Festival budaya tersebut menjadi sarana memperkuat identitas lokal sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

Tidak hanya itu, Pemkab Sumenep juga kembali menggelar Festival Budaya Masalembu 2026, festival ini bagian dari agenda kegiatan Calendar Of Event Sumenep. Melalui festival ini mengangkat tema akulturasi budaya tiga suku, yakni Mandar, Madura, dan Bugis yang telah lama hidup berdampingan di wilayah kepulauan Masalembu.

Beragam agenda budaya disiapkan untuk memeriahkan festival tersebut, mulai dari lomba Vlog Explore Masalembu, Vlog Budaya Masalembu, Festival Ikan Bakar, hingga tradisi khas Bakar Ikan Ala Masalembu yang menjadi identitas masyarakat nelayan setempat.

Pengunjung juga akan disuguhi pertunjukan budaya lokal seperti Sundrang, Petik Laut, dan Toron Parao yang sarat nilai kebersamaan serta spiritual masyarakat pesisir.

Bupati mengatakan Masalembu merupakan miniatur keberagaman budaya Indonesia yang tumbuh di wilayah kepulauan.

“Walaupun secara geografis lebih dekat ke Kalimantan, Masalembu tetap bagian penting dari Kabupaten Sumenep yang memiliki identitas budaya sangat kuat,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, Festival Budaya Masalembu 2026 menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Sementara itu, Kepala , , menilai festival budaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah kepulauan.

“Kami ingin Masalembu dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan budaya dan harmonisasi masyarakatnya,” katanya.

Melalui rangkaian festival budaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap warisan budaya Madura tetap lestari sekaligus mampu memperkuat citra daerah sebagai pusat kebudayaan dan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.