Berita  

Achmad Fauzi Tanggapi Julukan “Bupati Tong-Tong” Dengan Santai dan Senyuman

Achmad Fauzi Tanggapi Julukan "Bupati Tong-Tong" Dengan Santai dan Senyuman
Foto: Achmad Fauzi Wongsojudo Calon Bupati Sumenep di Pilkada 2024 (Berkopiah).
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Viral di media sosial TikTok, sebuah video memperlihatkan seorang pelaku media di Sumenep meneriakkan nama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dengan julukan “Bupati Tong-Tong.” Dalam video tersebut, pelaku terlihat berteriak-teriak dengan mimik wajah marah, meminta agar pagelaran musik Tong-Tong dihentikan di Kabupaten Sumenep, dengan alasan suara musik tersebut menimbulkan kebisingan dan kekacauan bagi dirinya.

“Mana mana Bupati Tong-tong itu?, saya sudah berkali kali katakan, hentikan pagelaran tong tong di kabupaten Sumenep, Tong-tong sudah menciptakan ke keosan dalam publik, saya sudah cukup bising dengan pagelaran musik Tongtong itu. Stop pagelaran musik Tongtong di kabupaten Sumenep, Bupati tong-tong tak pernah mendengarkan. Stop pagelaran Totong dan tidak boleh ada di Sumenep, Kabupaten Sumenep sudah dibuat Keos dengan bunyi-bunyian, mana Bupati Tong-tong,!” teriak pelaku dalam video tersebut, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan di media sosial.

Video tersebut, yang diunggah di momen menjelang Pilkada Sumenep 2024, memicu spekulasi di masyarakat. Beberapa pihak mempertanyakan apakah hal itu hanya sebatas konten TikTok atau merupakan bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Achmad Fauzi sebagai Bupati yang saat ini mencalonkan diri kembali dalam Pilkada Sumenep 2024.

Baca Juga: Pemkab Sumenep Gelar Festival Cipta Lagu Musik Tong-Tong Se-Madura 2024

Merespon viralnya video tersebut dan julukan “Bupati Tong-Tong” yang disematkan kepadanya, Achmad Fauzi Wongsojudo menanggapinya dengan santai. Dalam wawancara yang dibagikan melalui akun TikTok @fauzidiluartv dan disebar di grup WhatsApp Sumenep ADV.PKP pada Rabu (23/10/2024), Achmad Fauzi terlihat tersenyum dan tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu.

“Teman-teman dari paguyuban pelaku seni Tong-Tong justru memiliki semangat untuk melestarikan musik ini di Kabupaten Sumenep. Bagi saya, itulah yang paling penting. Sebagai Bupati Sumenep, saya telah berkomitmen untuk melestarikan musik Tong-Tong agar tidak punah. Dukungan dari komunitas dan masyarakat sangat berarti bagi saya,” ungkap Achmad Fauzi.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Sumenep Bentuk Pansus dan Calon Pimpinan Definitif

Terkait julukan “Bupati Tong-Tong,” Achmad Fauzi memberikan respon penuh kesabaran. “Tidak masalah bagi saya disebut Bupati Tong-Tong atau Bupati apalah. Yang penting, Bupati itu ada di mana-mana untuk masyarakat, karena yang memilih itu adalah masyarakat,” ujar Achmad Fauzi dengan tenang.

Sebagai calon Bupati dalam Pilkada Sumenep 2024 dengan nomor urut 02, Achmad Fauzi menegaskan bahwa julukan tersebut tidak mengurangi komitmennya untuk terus bekerja demi kemajuan Sumenep, termasuk menjaga warisan budaya seperti musik Tong-Tong. Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal tetap menjadi salah satu prioritasnya, meski di tengah kontroversi dan kritik yang muncul di media sosial.

Dengan sikap tenangnya, Achmad Fauzi berhasil meredam ketegangan di tengah isu viral ini, sambil tetap fokus pada visi misinya untuk melestarikan kekayaan budaya dan melayani masyarakat Sumenep.