Gaungkan Potensi Kepulauan Raas Dalam Festival Desa Wisata

Gaungkan Potensi Kepulauan Raas Dalam Festival Desa Wisata
Foto: Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim Serta Camat Raas Subiyanto.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi — Partisipasi aktif Kepulauan Raas dalam Festival Desa Wisata 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi bukti nyata semangat pembangunan berbasis potensi lokal. Dipimpin oleh Camat Raas, Subiyakto, wilayah kepulauan ini hadir dengan mengusung tema “Potensi Raas Bersatu”, menampilkan kekayaan alam, hasil laut, serta produk UMKM dari desa-desa di lingkup kepulauan.

“Setiap desa di Kepulauan Raas saling bahu-membahu menampilkan produk unggulan mereka. Mulai dari hasil laut seperti ikan kerapu, lobster, hingga kuliner khas dan hasil kebun menjadi bagian dari promosi kami dalam festival ini,” ungkap Subiyakto saat diwawancarai media pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Festival Desa Wisata ini menurutnya menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata, salah satunya destinasi sejarah di Pulau Gua-Gua yang memiliki mercusuar peninggalan kolonial Belanda serta wisata bahari seperti keramba udang ronggeng dan keramba ikan laut.

Baca Juga: Festival Desa Wisata 2024: Kecamatan Raas Berpartisipasi Mempromosikan Hasil Kelautan dan Kerajinan Lokal

Namun di balik semangat itu, Subiyakto menyampaikan keluhan mendasar: keterbatasan infrastruktur yang menghambat promosi pariwisata dan pemasaran produk UMKM. Menurutnya, waktu pelaksanaan festival yang hanya tiga hari terlalu singkat untuk mengangkat potensi daerah kepulauan secara maksimal.

“Bagi kami masyarakat kepulauan, perjalanan dari Raas ke daratan saja membutuhkan waktu 4-5 jam. Jadi, waktu festival Desa Wisata ini jangan hanya 3 hari, agar bisa mempromosikan hasil UMKM masyarakat kepulauan kepada masyarakat luar secara optimal. Kami harap tahun depan bisa diperpanjang minimal satu minggu,” tegasnya.

Lebih jauh, Camat Raas menyampaikan minimnya fasilitas transportasi laut dan akses listrik yang stabil. Kapal cepat yang hanya beroperasi seminggu sekali serta pemadaman listrik yang bisa terjadi hingga empat hari berturut-turut dinilai sangat mengganggu promosi digital, khususnya untuk menjangkau pasar luar daerah bahkan luar negeri.

Baca Juga :  Pidato Presiden RI Prabowo Subianto Sampaikan Komitmennya Untuk Indonesia

“Kami ingin promosi UMKM dan wisata kami juga bisa menjangkau mancanegara, tapi tanpa listrik dan internet yang memadai, semua itu hanya mimpi,” ujarnya.

Subiyakto juga menyampaikan potensi wisata alam yang masih tersembunyi di Pulau Sarok, sebuah pulau tak berpenghuni di Desa Proppo, yang memiliki keindahan panorama pohon kelapa dan laut biru yang belum terjamah. Di sisi lain, wilayah seperti Desa Tonduk memiliki lahan strategis untuk pertanian dan budidaya laut sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Uniknya, Raas juga memiliki ikon fauna lokal, yakni kucing busuk — spesies yang khas dan langka — yang menurutnya bisa menjadi ikon ekowisata tersendiri bila dibudidayakan dengan serius.

Meski dengan segala keterbatasan, Subiyakto tetap optimis. Ia menyatakan akan mengirim surat resmi kepada Gubernur Jawa Timur dan pihak PLN agar segera membenahi infrastruktur dasar di wilayah kepulauan, termasuk jalan dan jaringan listrik.

“Dengan minimnya anggaran yang ada Kami tidak menyerah. Kami akan mecari trobosan dengan Surat ke Gubernur dan PLN akan kami kirim untuk mendesak pemenuhan fasilitas dasar, agar pariwisata dan UMKM di Raas bisa berkembang dan bersaing,” tegasnya.

Penampilan UMKM Raas dalam festival kali ini cukup mencuri perhatian, bahkan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep meluangkan waktu hingga 30 menit untuk berbelanja di stand mereka. Produk seperti lobster, rajungan, kakap, dan olahan laut lainnya laris diburu pengunjung. Bahkan pada malam penutupan, stand Raas menggelar promo untuk produk UMKM “beli satu, dapat satu” hal itu dilakukan guna untuk menarik lebih banyak pengunjung dalam memperkenalkan produk hasil produksi UMKM masyarakat kepulauan Raas.

Dengan semangat kolaboratif dan dorongan kuat dari Camat Raas, harapan untuk melihat Raas sebagai ikon wisata kepulauan Kabupaten Sumenep bukanlah sesuatu yang utopis. Namun, hal tersebut membutuhkan dukungan nyata, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan penguatan aksesibilitas wilayah.