Berita  

Mengajak Semua Elemen Gerakan Bakti Sosial Bersihkan Sampah

Mengajak Semua Elemen Gerakan Bakti Sosial Bersihkan Sampah
Foto: Tim Advokasi Ach. Supyadi mengajak segenap elemen untuk bakti sosial membersihkan sampah.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi — Kesadaran kolektif terhadap urgensi pelestarian lingkungan kembali digaungkan melalui rencana kegiatan kerja bakti sosial pembersihan sampah di kawasan pesisir Pelabuhan Rakyat Kalianget (Pelabuhan Cinta), tepatnya di depan perumahan PT Garam (Persero). Kegiatan tersebut akan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026, sebagai bentuk aksi nyata merespons persoalan lingkungan yang kian mengkhawatirkan karena tidak ada kepedulian pemerintah.

Inisiatif ini dipelopori oleh Tim Advokasi Ach. Supyadi, SH., MH bersama relawan lintas elemen masyarakat yang peduli. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada aksi pembersihan fisik, tetapi juga diarahkan sebagai medium edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki kerentanan tinggi terhadap pencemaran.

Ach. Supyadi menegaskan bahwa kondisi penumpukan sampah di wilayah Kalianget telah berlangsung cukup lama dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dipandang sebagai isu sederhana, melainkan sebagai problem struktural yang berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Lempar Tanggung Jawab Sampah Kian Tak Tertangani

“Permasalahan sampah di kawasan pesisir bukan sekadar persoalan estetika, tetapi berimplikasi langsung terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian ekosistem laut, serta keberlanjutan ekonomi lokal yang bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif semua pihak,” ujarnya.

Secara akademik, pencemaran pesisir yang didominasi oleh limbah domestik—khususnya plastik—berpotensi menyebabkan degradasi kualitas lingkungan laut, mengancam keberlangsungan biota, serta memicu akumulasi mikroplastik dalam rantai makanan manusia. Dalam konteks tersebut, pendekatan partisipatif berbasis komunitas dinilai sebagai strategi efektif untuk membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Partisipasi aktif, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat umum, dipandang sebagai faktor kunci dalam menciptakan perubahan nyata terhadap kondisi lingkungan.

Baca Juga :  Pernyataan Ketum PJI Terhadap Kapolrestabes Surabaya Kasus Pembunuhan

Untuk itu mengimbau kepada masyarakat yang akan ikut kegiatan bakti sosial untuk membawa perlengkapan pribadi seperti sarung tangan, penutup kepala, botol minum, serta peralatan pendukung lainnya guna menunjang kelancaran kegiatan. Aksi bersih-bersih ini akan dimulai pada 7 Mei 2026, pukul 08.00 WIB dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

Melalui gerakan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.