SUMENEP, Suarademokrasi – Sinergitas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep dengan pihak pemerintahan desa dan media, berkomitmen untuk berinovasi dalam mengaktifkan usaha Bumdes yang ada di setiap desa di wilayah kabupaten Sumenep. Kali ini pihak media bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat kepulauan berkordinasi dengan Kepala DPMD, Jumat 28 Juni 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan pendapatan desa menuju kemandirian.
Demi untuk memajukan desa agar bisa menjadi desa yang mandiri, pihaknya siap menyerap aspirasi yang positif dari pihak media dan masyarakat demi untuk kepentingan masyarakat seutuhnya. Dirinya berkomitmen, bersama tim akan melakukan kunjungan ke beberapa desa untuk melakukan survei dan melihat potensi yang ada di desa agar bisa dikelola oleh Bumdes.
Dalam pernyataannya, Kepala DPMD menyatakan bahwa Bumdes memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Baca Juga: Pemkab Sumenep Gelar Festival Desa Wisata 2024 Promosi Potensi Pariwisata Lokal
“Kami akan terus mendorong inovasi dan pengembangan Bumdes agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian desa. Dengan pengelolaan yang baik, Bumdes bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi desa nantinya,” ujar Anwar Syahroni.
Kepala DPMD menyampaikan, bahwa berbagai program pelatihan dan pendampingan akan diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pengelola Bumdes, termasuk dalam aspek manajerial dan pemasaran.
“Kami berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan Bumdes, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Melalui pengembangan Bumdes, diharapkan desa-desa di Sumenep dapat mencapai status desa mandiri, di mana desa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pihak DPMD Kabupaten Sumenep bagian dari OPD Pemkab Sumenep yang dipimpin oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo akan melakukan langkah yang sejalan dengan visi Kabupaten Sumenep untuk menciptakan desa-desa yang mandiri, berdaya saing, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan pengelolaan yang tepat, Bumdes bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program ini,” tutupnya.
Maka dari itu, bagi desa yang tidak memiliki potensi tempat wisata, seperti Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, usaha kerupuk poli dan keripik pisang sangat tepat untuk dijadikan home industri bagi warga Desa, yang bisa dijadikan prioritas usaha pada BUMDes. Hal itu terinspirasi dari kota Sidoarjo, tepatnya di Kelurahan Tambah Sari, Kecamatan Waru. Mayoritas warganya menekuni usaha tersebut.
Dana Desa yang ada di setiap desa bisa dialokasikan untuk pengembangan Bumdes, sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi model bagi daerah dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.














