Testimoni Sudarsono Pasien Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Sumenep

Testimoni Sudarsono Pasien Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Sumenep
Foto: Sudarsono Pasien Poliklinik Gigi dan Mulut di RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting yang sering kali diabaikan hingga menimbulkan masalah serius. Sudarsono, yang akrab dipanggil Hedar, seorang karyawan honorer di bagian umum Sekretariat Daerah Pemkab Sumenep, berbagi pengalamannya sebagai pasien di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jumat 24 Mei 2024.

Beberapa bulan yang lalu, Hedar mengalami keluhan sakit gigi. Sebagai peserta BPJS, ia pertama kali memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Kalianget. Namun, setelah pemeriksaan, dokter di Puskesmas menyarankan agar ia dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep karena keterbatasan alat dan penanganan yang memadai di Puskesmas. Hedar kemudian diberikan surat rujukan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSUD tersebut.

Di RSUD Sumenep, Hedar harus menjalani pemeriksaan yang lebih mendetail. Setelah mendaftar di loket dan menunggu antrian, ia dirujuk untuk menjalani rontgen rahang dan gigi guna mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi gusinya. Hasil rontgen menunjukkan adanya pembengkakan dan abses pada gusi dan akar giginya. Untuk mengatasi pembengkakan tersebut, Hedar diberikan obat oleh dokter spesialis gigi, drg. Ekhtiyanto Cahyadi, Sp.KG., atau yang akrab disapa dr. Ito.

Baca Juga: Poliklinik Gigi Dan Mulut RSUD Sumenep Dilayani 3 Dokter Spesialis

Setelah satu minggu, Hedar kembali ke poliklinik gigi untuk melanjutkan perawatan. Setelah pembengkakan pada gusinya mereda, barulah dilakukan perawatan saluran akar (PSA) yang memerlukan waktu dan ketelitian. Proses ini melibatkan pembersihan dan pengangkatan saraf gigi yang terinfeksi, serta sterilisasi saluran akar sebelum dilakukan penambalan.

“Proses perawatan ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan karena setiap saluran akar harus ditangani satu persatu sampai benar-benar tidak ada saraf yang hidup lagi. Selama perawatan, saya selalu dipantau oleh dokter spesialis gigi drg. Ekhtiyanto Cahyadi, Sp.KG.” ungkap Hedar.

Baca Juga :  Polres Sumenep Menggelar Doa Bersama Untuk Korban Kanjuruhan

Setelah perawatan saluran akar selesai dan tidak ada lagi infeksi, barulah dilakukan penambalan gigi. Mahkota gigi Hedar yang masih tersisa 60% memungkinkan untuk dilakukan penambalan tanpa harus dicabut. “Alhamdulillah, setelah penambalan, fungsi gigi saya kembali normal dan saya bisa menggunakan gigi tersebut sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Sudarsono sangat mengapresiasi penanganan yang diberikan oleh tim poliklinik gigi dan mulut RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Ia merasa bahwa penanganan yang diterimanya sangat teliti, profesional, dan spesifik, sehingga masalah giginya dapat teratasi dengan baik.

“Untuk kritik dan saran, saya berharap agar fasilitas dan layanan kesehatan di Puskesmas juga bisa ditingkatkan, sehingga pasien tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Namun, saya sangat bersyukur dengan pelayanan yang saya terima di RSUD Sumenep,” tutupnya.

Pengalaman Hedar menunjukkan pentingnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang memadai dan profesional. Penanganan yang baik tidak hanya mengatasi masalah yang ada, tetapi juga mencegah komplikasi lebih lanjut, memastikan kualitas hidup pasien tetap terjaga.