Redaksi Suara Demokrasi Menyalurkan Zakat RSI Kalianget Dan Dinsos Sumenep

Redaksi Suara Demokrasi Menyalurkan Zakat RSI Kalianget Dan Dinsos Sumenep
Foto: Redaksi Media Suara Demokrasi saat membagikan Zakat Fitrah RSI Kalianget.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi | Setiap tahun sebelum hari raya idul Fitri tibah, pihak (Rumah Sakit Islam) RSI Kalianget menyalurkan sebagian zakat fitrahnya melalui redaksi media online Suara Demokrasi.

Selain pihak RSI Kalianget ditahun 2024 ini, pihak Dinas Sosial Kabupaten Sumenep juga menyalurkan sebagian zakat fitrahnya kepada redaksi media Suara Demokrasi, untuk dibagikan kepada warga yang layak disekitar Desa Kalianget Barat.

Sejumlah bungkus zakat fitrah yang disalurkan melalui redaksi media online Suara Demokrasi menjadi suatu kepercayaan dan kehormatan bagi kami, amanah tersebut harus dibagikan kepada warga yang layak untuk menerima yang ada di sekitar wilayah kantor redaksi media Suara Demokrasi, yang berlokasi di Desa Kalianget Barat.

Baca Juga: Membangun Sinergisitas Dengan Media PT Garam Menggelar Buka Bersama

Zakat fitrah tersebut dibagikan langsung kesetiaan rumah warga yang berhak sebanyak 24 orang di malam takbir berkumandang, Selasa malam 9 April 2024. Dan sebagai disalurkan melalui Takmir Masjid Babussalam di hari sebelumnya.

Disetiap tahun selain zakat fitrah, pihak RSI Kalianget juga membagikan sejumlah bungkus daging korban melalui redaksi media Suara Demokrasi.

Pihak Pelindo Kalianget ditahun sebelumnya sejak kepemimpinan Hadi Sukamto sebagai Kepala Pelindo Kalianget juga pernah membagikan sejumlah paket bingkisan lebaran dan juga memberikan sumbangan kepada pihak takmir Masjid Babussalam untuk kegiatan kemakmuran masjid.

Ditahun 2024 ini sejak pergantian pimpinan, pihak Pelindo Kalianget tidak lagi membagikan paket bingkisan lebaran untuk warga Kalianget Barat dan tidak ada lagi partisipasi bantuan anggaran untuk Masjid Babussalam.

Apalagi pihak PT. Garam Persero Kalianget sejak berada di dikalianget tidak pernah menyalahkan bansosnya melalui redaksi Media Suara Demokrasi. Kebijakan dan kepedulian setiap orang emang berbeda, alangkah baiknya bansos yang dikeluarkan bisa dibagikan merata kepada warga sekitar, agar bisa terwujudnya sebuah keadilan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Saiful Bari Dipanggil Polisi, Atas Laporan Dugaan Fitnah Ponpes MIK Sarina

Ada banyak orang yang tak peduli dengan kesulitan orang lain, apalagi jika orang yang tertimpa kesusahan tersebut merupakan orang tak dikenal. Cukup banyak para pejabat yang memiliki berprinsip demikian, meskipun pihak pemerintah memberikan program bansos yang dipungut dari pajak uang rakyat banyak disalurkan untuk orang-orang nya saja untuk kepentingan politiknya.

Namun, perlu kita ketahui ajaran Islam tidak menghendaki umatnya bersikap abai terhadap kesulitan orang lain, apalagi terhadap orang mukmin yang kekurangan. Bahkan, salah satu cabang iman paling rendah adalah menyingkirkan rintangan di jalan. Bukankah hal ini membuktikan ajaran Islam meminta kita untuk peduli kepada orang lain sekalipun yang tidak kita kenal.

Apalagi jika kita memperlihatkan kepedulian pada saudara-saudara yan masih terlihat kekurangan. Sekalipun kita tak mengenali mereka sebagai keluarga kandung, namun penting untuk merasakan kepedulian kepada sesama.

Didalam sebuah hadits menjelaskan bahwa Allah pasti akan berikan kemudahan, pertolongan, selama kita masih mau menolong sesama. Allah akan memberi kemudahan dalam segala persoalan hidup, meringankan beban di akhirat kelak serta menolong di saat kita membutuhkan pertolongan.

“Siapa saja yang meringankan beban seorang mukmin di dunia, Allah pasti akan meringankan bebannya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah pasti akan memberi dia kemudahan di dunia dan akhirat. Allah SWT selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan at-Tirmidizi).

Jangan mengaku bagian dari kaum mukminin jika kita tak memiliki rasa kepedulian sosial pada sesama. Masih ada orang yang janda lansia yang tidak memiliki pendapatan yang lepas dari perhatian pihak pemerintah.

Kita sebagai umat beragama wajib untuk saling mengingatkan dan saling melengkapi, agar tidak mendapatkan azab nantinya. Diriwayatkan dari Abi Musa ra, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan.’” (HR Bukhari)