MEKKAH, Suarademokrasi — Jamaah haji asal Kabupaten Sumenep dilaporkan mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem di Kota Mekkah yang mencapai suhu hingga 47 derajat Celsius. Meski sempat mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca, para jamaah kini berangsur pulih dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian puncak ibadah haji.
Salah satu jamaah haji asal Sumenep, Sahnan, sebagai Ketua MP3S menuturkan kepada media bahwa dirinya bersama sang istri sempat mengalami flu dan kondisi fisik menurun akibat suhu panas yang sangat berbeda dibandingkan dengan kondisi cuaca di Madura. Namun, setelah menjalani masa istirahat dan menjaga kesehatan, keduanya kini dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah saat ini kondisi kami sudah membaik dan sehat wal afiat menjelang pelaksanaan wajib haji,” ujar Sahnan kepada Suarademokrasi, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Pemkab Sumenep Berangkatkan Ribuan Jamaah Haji di Tahun 2026
Ia menjelaskan, cuaca di Mekkah menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian jamaah Indonesia, khususnya yang berasal dari Sumenep. Perbedaan suhu dan kondisi lingkungan membuat para jamaah harus melakukan penyesuaian agar tetap prima selama menjalankan ibadah.
Menurutnya, sejumlah jamaah memilih membatasi aktivitas di luar maktab maupun hotel guna menghindari kelelahan dan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi fisik tetap terjaga menjelang prosesi puncak ibadah haji.
“Situasi cuaca di Mekkah sangat berbeda dengan di Madura. Karena itu para jamaah harus berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar hotel agar fisik tetap sehat,” ungkapnya.
Selain menjaga kesehatan, Sahnan juga berharap dukungan doa dari keluarga, sahabat, dan masyarakat di tanah air agar seluruh jamaah haji asal Sumenep diberikan kelancaran serta kesehatan dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Diketahui, suhu udara di Kota Mekkah dalam beberapa hari terakhir berkisar antara 45 hingga 47 derajat Celsius. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi jamaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki keterbatasan fisik,” paparnya.














