Berita  

Tumpukan Sampah Menjelang Idul Fitri Soroti Kinerja Pemerintah

Tumpukan Sampah Menjelang Idul Fitri Soroti Kinerja Pemerintah
Foto: Tumpukan sampah yang membusuk di depan Perumahan PT Garam Persero Kalianget.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi — Momentum menjelang perayaan hari raya Idul fitri di wilayah Kalianget, Kabupaten Sumenep diwarnai dengan pemandangan kurang sedap berupa tumpukan sampah yang bau di depan kantor PT Garam (Persero) Kalianget, sedangkan lapangan taman merdeka yang bersebelahan dengan sampah akan dijadikan tempat pelaksanaan shalat Id.

Pantauan redaksi Kamis (19/3/2026), memperlihatkan kondisi tersebut memunculkan sorotan publik terhadap kinerja pejabat pemerintah setempat yang digaji dari uang pajak rakyat, memperlihatkan ketidak peduliannya dan mampuannya khususnya dalam pengelolaan lingkungan, masyarakat mempertanyakan kemana uang pajak rakyat yang dikelola oleh DLH?

Hari raya Idul fitri yang identik dengan suasana kebersihan, kebersamaan, dan silaturahmi justru tercoreng oleh keberadaan sampah yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta mengancam kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi.

Baca Juga: Sampah Dibiarkan Menumpuk dan Membusuk Depan Rumdis PT Garam

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa persoalan sampah di wilayah Kalianget bukanlah hal baru. Permasalahan tersebut disebut telah berlangsung lama dan kerap menjadi perhatian publik, namun belum ada pejabat pemerintah menunjukkan penanganan yang optimal untuk mengelola sampah masyarakat.

Sorotan tajam masyarakat mengarah kepada kinerja Camat Kalianget, Hakiki Maulana Firmansyah, S.STP., M.Si., yang dilantik definitif pada September 2023, turut menjadi sorotan dalam konteks ini. Masyarakat menilai belum terdapat perubahan signifikan dalam tata kelola kebersihan lingkungan.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep yang sekarang dijabat oleh Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si, juga dinilai belum maksimal dalam merespons persoalan sampah yang berulang tersebut.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari pelayanan dasar pemerintah yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan, bukan menunggu ada sorotan publik baru mau bekerja. Ketidakmampuan dalam mengatasi persoalan ini dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Baca Juga :  Hukum Tebang Pilih: Kasus Pencabulan Terhadap Anak Marak Terjadi Di Sumenep

Di sisi lain, masyarakat tetap dituntut untuk memenuhi kewajiban perpajakan, yang seharusnya diimbangi dengan umpan balik (feedback) dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan bukan malah memilih diam.

Kondisi ini menegaskan pentingnya komitmen dan sinergi antara instansi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, terlebih pada momen hari besar keagamaan yang seharusnya mencerminkan nilai-nilai kebersihan dan kepedulian bersama.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Kalianget, DLH Kabupaten Sumenep, serta manajemen PT Garam (Persero) Kalianget belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.