Masjid Babussalam Gelar Buka Puasa Bersama Jamaah dan Generasi Muda

Masjid Babussalam Gelar Buka Puasa Bersama Jamaah dan Generasi Muda
Foto: Takmir Masjid Babussalam menggelar buka puasa bersama jamaah.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi — Setiap bulan Ramadhan tiba, Masjid Babussalam menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan para jamaah lintas usia serta generasi muda, sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan nilai kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dengan hidangan menu berbuka puasa, Jum’at 20 Februari 2026.

Takmir Masjid Babussalam yang di ketua oleh Ahyari dalam keterangannya menyampaikan bahwa buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan media pendidikan sosial-keagamaan kepada para generasi muda.

“Ramadan adalah momentum pembinaan akhlak. Masjid harus hadir sebagai pusat peradaban—menguatkan ibadah, memperluas kepedulian, dan merangkul generasi muda agar tumbuh dalam nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Baca Juga: Masjid Babussalam Gelar Buka Bersama Untuk Mendidik Generasi Muda

Secara teologis, praktik berbagi makanan berbuka memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menegaskan bahwa memberi buka puasa merupakan amal kebajikan yang bernilai pahala berlipat, sekaligus sarana mempererat solidaritas umat. Ajaran tersebut juga sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan empati yang ditekankan dalam Al-Qur’an.

Kegiatan buka bersama yang dilakukan oleh takmir Masjid Babussalam ini secara khusus melibatkan jamaah masjid khususnya para generasi muda sebagai subjek dan pelaku. Takmir masjid dilibatkan dalam perencanaan, penggalangan donasi, hingga distribusi hidangan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta kecintaan terhadap masjid sebagai ruang pembinaan spiritual dan intelektual.

Dari perspektif pendidikan Islam, berbagi di bulan Ramadan merupakan implementasi nilai ta’awun (tolong-menolong) dan ihsan (kebaikan yang berkelanjutan). Memberi makan orang yang berpuasa tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga menumbuhkan kepekaan batin—bahwa ibadah personal harus berdampak sosial.

Baca Juga :  Diduga Calo Tiket: Oknum Petugas Perhubungan Menjadi Sorotan

Dengan demikian, Ketua takmir menegaskan bahwa masjid berfungsi sebagai episentrum transformasi nilai, bukan semata tempat ritual. Maka dari itu, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mengajak kepada masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai ruang pembelajaran kolektif untuk saling berbagi.

“Berbagi tidak harus besar; yang utama adalah keikhlasan dan kesinambungan. Masjid membuka ruang kolaborasi agar semangat memberi ini terus hidup, melampaui Ramadan,” tutupnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, menunjukkan peran strategis masjid dalam membina umat—menguatkan iman, menebar kepedulian, dan mendidik generasi muda agar tumbuh sebagai agen kebaikan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.