SUMENEP Suarademokrasi – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mengejutkan publik di Sumenep, Madura, setelah seorang suami berinisial AR (28) memukuli istrinya, NS (27), hingga tewas. Politisi PDI Perjuangan, Nia Kurnia Fauzi, secara tegas menyampaikan keprihatinannya dan berkomitmen untuk mengawal kasus ini dengan serius.
Nia, yang juga aktif dalam tim PKK Kabupaten Sumenep, mengungkapkan bahwa kasus KDRT ini harus menjadi perhatian seluruh pihak. Saat memberikan takziyah di rumah duka pada Rabu (9/10/2024), Nia menyatakan bahwa kasus ini sangat menyentuhnya, terlebih karena isu kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu fokus utama tim PKK.
“Saya sangat prihatin dengan kasus yang menimpa ibu NS. Kasus ini menjadi catatan khusus bagi saya. Masalah keluarga, termasuk KDRT, adalah bagian dari concern kami di tim PKK Kabupaten Sumenep. Cukup ini saja, jangan lagi ada KDRT yang berujung fatal,” ujar Nia Kurnia Fauzi.
Baca Juga: https://penademokrasi.id/karena-tidak-melayani-suami-istri-dianiaya-hingga-meninggal-dunia/
Selain itu, Nia juga menyoroti latar belakang korban yang sebelumnya pernah menjadi anggota Paskibraka Sumenep, serta memiliki prestasi akademik yang cukup tinggi.
“Almarhumah ini pintar ya, kuliahnya sampai jenjang S-2 di Malang. Waktu SMA, beliau juga jadi anggota Paskibraka. Siapapun pasti sedih melihat kenyataan seperti ini, apalagi korban juga meninggalkan anak yang masih kecil,” tambah Nia.
Perwakilan keluarga korban, Miftah, mengucapkan terima kasih atas perhatian Nia Kurnia Fauzi terhadap kasus ini. Menurutnya, keluarga sangat terpukul atas kejadian yang menimpa NS.
“Alhamdulillah, Bu Nia akan bantu mengawal kasus ini. Kami di keluarga sangat terpukul. Anak kami meninggal akibat KDRT, dan ada yang menyebut korban dipukuli karena menolak ajakan suami berhubungan suami istri, itu tidak benar. Kami ingin kebenaran yang sesungguhnya terungkap,” kata Miftah.
Kasus penganiayaan ini terjadi pada 4 Oktober 2024, saat NS dipukuli oleh suaminya, AR, di rumah mertuanya di Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. Akibat kekerasan tersebut, NS meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Batang-Batang. Menurut keluarga korban, penganiayaan ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada bulan Juni lalu, korban juga pernah dipukuli di lokasi yang sama.
Saat ini, kasus ini tengah ditangani oleh pihak berwenang, dan Nia Kurnia Fauzi berjanji akan terus memantau perkembangan proses hukum agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.














