SUMENEP, Suarademokrasi | Program Kodim 0827/Sumenep Babinsa Bertani cocok dilakukan di Kabupaten Sumenep yang kaya dengan budaya dan tradisi, yang memiliki bentang alam yang menjanjikan untuk lahan pertanian khususnya bertani jagung.
Bagi para petani Sumenep menanam jagung adalah tradisi turun temurun dengan peralatan yang seadanya, sehingga hasil panennya belum bisa memuaskan untuk memenuhi ekonomi kebutuhan hidupnya.
Melihat kondisi seperti itu, Dandim 0827/Sumenep Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, S.E.,M.Si. merasa simpati dan mencari jalan untuk memberikan solusi bagi para petani.
Baca Juga: Sinergitas TNI Polri Bergotongroyong Meningkatkan Kensejahterakan Masyarakat
“Saat ini krisis global tentang pangan, sehingga kita dari pihak pemerintah memperhatikan tentang kesediaan pangan yang salah satunya melibatkan pihak TNI. Saya merasakan sendiri bagaimana Sumenep ini adalah sangat agraris, yang mayoritas sebagai petani, dari itulah sumber adanya kemiskinan.” Ujar Dandim Sumenep, dikonten YouTube Kodim 0827 Sumenep .
Melihat kondisi yang ada di Sumenep menjadi tantangan bagi Komandan Kodim 0827 untuk bisa meningkatkan ketahanan pangan sesuai perintah dari pimpinannya, sehingga dengan waktu yang bersamaan nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat petani dengan mengembangkan pertanian jagung.
Maka dari itu, Untuk meningkatkan hasil tanaman jagung menjadi perhatian Dandim Sumenep guna untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat Sumenep, sehingga dirinya meluncurkan program Babinsa bertani di semua kecamatan yang ada di daratan yang diantaranya; Talango, Lenteng, Guluk-guluk dan Ganding.
“Kami buat sebuah konsep Babinsa petani ini karena wilayah Sumenep ini adalah agraris yang bersentuhan langsung dengan para petani. Wilayah penghasil komoditas pertanian terbanyak di Madura.” Pungkas Letkol Czi Donny P M.
Menurut keterangan Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, menyampaikan 70% para Babinsa TNI AD ini terlahir dari orang petani sebelum menjadi tentara, maka dari itu Babinsa harus turun menjadi petani sehingga mereka paham tentang permasalahan dan hambatan disaat bertani, sehingga nantinya dirinya mampu memberikan solusi kepada para petani.
“Biar para Babinsa bisa tau cara menghitung keuntungan yang didapatkan dari bertani, bagaimana capeknya bekerja saat memeras keringat, sehingga nantinya Babinsa ini bisa mencari solusi untuk penyelesaian kendala yang dialami oleh para petani.” Tuturnya.
Oleh karena itu, untuk mensukseskan itu semua tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, butuh kesabaran dan kerja keras TNI untuk menyadarkan para petani dengan langkah pendekatan dan langsung turun Babinsa menjadi petani.
“Kami ingin mengolah rasa cinta masyarakat Sumenep ini untuk menanam jagung, yang sebelumnya para petani memiliki pemikiran meskipun jagung nya tidak membuahkan hasil yang maksimal, pohonnya dan daunnya bisa dijadikan makanan ternak sapi dan kambing.
Dengan konsep kami adanya Babinsa petani Sumenep ini nantinya bisa menjadi sentral jagung nasional yang pastinya akan menumbuhkan perekonomian petani jagung. Dari keberhasilan program Babinsa bertani bisa menambah pendapatan untuk perekonomian dirinya sebagai TNI, sehingga kebutuhan hidup keluarga TNI bisa tercukupi tanpa melakukan perbuatan yang melanggar hukum.” Tegas Dandim Sumenep .
Jadi program Babinsa Bertani ini patut kita apresiasi, karena memiliki tujuan yang positif sebagai salah satu mewujudkan kedekatan TNI dengan rakyat biasa terjalin dan terjaga. Sehingga keberhasilan program Babinsa bertani ini bisa memotivasi masyarakat Sumenep untuk bertani jagung.
Keuntungan dari Bertani Jagung yang sudah di lakukan pihak Babinsa, sekali panen hasil jual panennya keuntungan bersih mencapai kisaran 15-20 juta.














