SUMENEP, Suarademokrasi | Terjadi bencana alam hujan deras yang disertai angin puting beliung yang telah memporak-porandakan di kawasan Desa Nambakor Kecamatan Saronggi dan Desa Patean Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep, di ujung timur Pulau garam Madura, Selasa 9 Januari 2024.
Bencana alam Angin puting beliung tersebut terjadi, disaat saya bersama para pengurus Target Basic Moralisme (TBM) Cerdas Ulet dan Kreatif (CUK) dari mahasiswa fakultas Hukum Universitas Wiraraja Sumenep, berkumpul didalam kelas untuk membahas tentang rencana kegiatan sosialisasi penyuluhan hukum di sekolah sekolah, tiba-tiba turun hujan deras yang disertai dengan angin kencang, sekitar pukul 13.14 wib.
Tiba-tiba lampu didalam ruangan kelas fakultas Hukum Universitas Wiraraja Sumenep mati dan hujan deras yang disertai angin kencang puting beliung, terus mengguyur area kampus saat itu.
Baca Juga: Ganasnya Angin Puting Beliung Membuat 4 Rumah Dan 1 Pesantren Rusak
Sekitar jam kurang 15.00 wib, hujan sudah mulai redah dan saya bersama teman teman mahasiswa hukum pengurus TBM CUK beranjak untuk pulang ke rumah masing-masing, disaat di jalan raya depan Kampus Unija Sumenep terlihat banyak kendaraan mobil dan sejumlah petugas Kepolisian Polres Sumenep dan TNI serta dibantu warga sekitar yang mengamankan jalannya arus lalu lintas.
Hal itu diakibatkan karena adanya sejumlah tiang listrik PLN dan tiang PJU banyak yang roboh menghalangi jalan raya, sehingga menghambat bagi para pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Humas Polres Sumenep menerangkan bahwa, akibat hujan deras yang disertai angin puting beliung tersebut mengakibatkan juga batang pohon tumbang di jalan raya di Desa Nambakor Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
Akibat adanya pohon dan tiang listrik yang roboh ke jalan raya mengakibatkan akses jalan tersebut ditutup, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Mengetahui adanya kejadian tersebut, Kapolsek Saronggi Iptu Haryono Bersama TNI, Camat Saronggi serta BPBD dan Puskesmas Saronggi langsung mendatangi lokasi tersebut yang terkenal dampak bencana alam Angin puting beliung.
“Lokasi di Desa Nambakor sampai dengan Desa Patean Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep roboh ke Jalan Raya nasional Sumenep – Pamekasan, di Jalan itu terhalang pohon Cemara Udang yang tumbang dan Tiang listrik akibat puting beliung,” kata AKP Widiarti S.H., Selasa (9/1/24).
Akibat pohon tumbang dan tiang listrik yang roboh melintang ke jalan raya sehingga jalan raya tertutup dan tidak dapat dilewati kendaraan, dikarenakan sangat membahayakan bagi para pengendara yang akan melintas.
“Karena jalan itu tertutup adanya pohon dan tiang listrik yang roboh, personel Polsek dan instansi samping bersama mengalihkan arus dan menghubungi dinas terkait untuk evakuasi pohon dan tiang listrik yang roboh menghalangi jalan raya tersebut,” sambung Widiarti.
Setelah datang personel dari BPBD dan Dinas Kebakaran Kabupaten Sumenep, bersama TNI-Polri dan Staf Kecamatan Saronggi dibantu warga sekitar melakukan pemotongan dahan dan ranting pohon.
“Setelah di lakukan evakuasi dengan memotong batang dan ranting serta pembersihan, arus lalu lintas diarea tersebut bisa diaktifkan lagi,” tandasnya.














