SUMENEP, Suarademokrasi — Takmir Masjid Babussalam bersama jamaah menggelar kegiatan membaca Al-Qur’an atau tadarus bersama di dalam masjid selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin selepas salat Isya dan Tarawih, dengan melibatkan jamaah dari berbagai kalangan usia sebagai bentuk penguatan syiar Islam dan pendidikan ruhani umat, Sabtu malam 21 Februari 2026.
Dalam Islam, membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat agung. Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an (syahr nuzulil Qur’an), sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah: 185). Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa memperbanyak tilawah Al-Qur’an di bulan Ramadhan termasuk amal ibadah yang sangat dianjurkan (mandub).
Ahyari Ketua Takmir Masjid Babussalam menyampaikan bahwa kegiatan tadarus bersama tidak hanya dimaksudkan untuk mengejar kuantitas khataman, tetapi juga untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat ikatan ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Baca Juga: Keutamaan Tadarusan di Masjid dan Memberi Makan Selama Ramadhan

“Tadarus ini kami niatkan sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah sekaligus sarana pendidikan akhlak dan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, bahwa dalam kaidah fikih, setiap amal bergantung pada niatnya. Tadarus yang dilakukan secara berjamaah di masjid mencerminkan niat kolektif dalam menegakkan syiar Islam, sekaligus menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Selain bernilai ibadah individual, tadarus bersama juga memiliki dimensi sosial dan edukatif. Jamaah yang belum lancar membaca Al-Qur’an mendapatkan bimbingan, sementara generasi muda dibiasakan untuk mencintai masjid dan Al-Qur’an sejak dini. Dalam pandangan hukum Islam, upaya ini termasuk bentuk ta’awun ‘alal birri wat taqwa (tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan).
Sebagai Ketua Takmir Masjid Babussalam, Ahyari berharap kegiatan tadarus Ramadhan ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadhan, tetapi juga berlanjut dalam kehidupan sehari-hari jamaah. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak sekadar dibaca, melainkan juga dipahami dan diamalkan sebagai pedoman hidup, sesuai dengan tujuan utama diturunkannya syariat Islam.














