SUMENEP, Suarademokrasi | Pantai Lombang yang menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan Kabupaten Sumenep menjadi pilihan tempat acara kegiatan Festival ketupat 2024, dalam momentum lebaran ketupat ini Wakil Bupati Sumenep melakukan prosesi Topak Lober yang mengartikan lunturnya dosa-dosa bagi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Lebaran ketupat 7 hari di bulan Syawal adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh orang Islam khususnya Sumenep sejak dahulu yang perlu dilestarikan kepada anak cucu, maka itu Pemkab Sumenep melalui Dewi Kholifah bersama Sekretaris Daerah Edi Rasyiyadi yang didampingi oleh Kapolres Sumenep, Kasdim 0827/Sumenep dan Kepala Disbudparpora, melakukan prosesi ketupat lober, Selasa 16 April 2024.
Prosesi Topak Lober ini dilakukan dengan menarik orong ketupat yang terbuat anyaman dari daun Siwalan atau dau kelapa, hingga isi yang ada didalamnya tumpah berhamburan bagaikan dosa-dosa kita yang lepas berhamburan (Lober) kembali ke Fitri.
Baca Juga: Ratu Sumenep Menunggangi Kereta Kencana Pada Prosesi Festival Lebaran Ketupat 2024
Kita bisa memetik nilai positif dari prosesi ketupat lober ini secara pandangan Islam, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian dilanjutkan enam hari puasa Sunnah pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa satu tahun (HR. Muslim).
Tujuan dari prosesi ketupat lober itu yang dilakukan pada momen lebaran ketupat, mengajarkan kita sebagai umat Islam yang beriman dan bertakwa untuk puasa Sunnah di bulan Syawal sebagai bentuk syukur kepada Allah atas ampunan-Nya, dalam menyempurnakan puasa 30 hari di bulan Ramadhan sebagaimana yang disampaikan dalam hadis Rasulullah, bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadan dengan iman dan harapan akan mendapatkan ampunan dan rida Allah, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.
Maka dari itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Kholifah sebagai Ratu Sumenep dalam sambutannya, mengajak kepada seluruh undangan dan peserta festival ketupat serta para pengunjung yang ada untuk bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan nikmat yang telah diberikan.
“Kita perlu bersyukur atas Rahmat dan hidayah-Nya, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran atas segala urusan dan pekerjaan kita serta di berikan suatu barokah atas riski kita semua, yang mana pada hari ini telah diberikan cuaca yang sangat cerah bersahabat. Di hari lebaran ketupat ini kita semua akan bersama-sama nanti makan ketupat,” ucap Dewi Kholifah.
Dirinya berharap budaya tradisi makan ketupat pada lebaran ketupat yang biasa dilakukan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri, sudah menjadi tradisi turun temurun dari leluhur terdahulu yang harus dilestarikan. Lebaran ketupat itu bukan hanya sekedar untuk makan ketupat, tapi mengajarkan kita untuk saling maaf memaafkan dengan sesama. Oleh karena itu Pemkab Sumenep mengemasnya dengan kegiatan festival Prosesi ketupat lober yang artinya lepas dari segala kesalahan, dosa dan kembali ke Fitri.
Tradisi saling mengantarkan ketupat pada lebaran ketupat ini terus dibudayakan dan dilestarikan oleh masyarakat Sumenep. Dengan pepatah yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sumenep “Selamat makan topak ben lontong, Moge-moge odi’na eparengi sepa’ tor ontong,” ujarnya.
“Tentu saya berharap tradisi seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun kepada anak cucu kita, sebagai ajang tali silaturahmi dengan saling mengantarkan hidangan ketupat untuk keluarga, saudara dan kerabat serta para tetangga sebagai penyambung tali silaturahmi yang dilakukan hari ke 7 di bulan Syawal, untuk menuntaskan silaturahmi kita,” pungkas Dewi Kholifah yang juga pengasuh sebuah pondok di Kabupaten Sumenep.
Dengan dilakukannya prosesi pelepasan orong ketupat yang dari anyaman daun kelapa atau Siwalan oleh Wabup Sumenep dan Sekda, menandakan festival kegiatan lomba merangkai orong ketupat dimulai,
“Saya ucapkan terima kasih dan selamat hari raya Ketupat semoga Allah SWT mentakdirkan kita bisa berjumpa kembali di tahun yang akan mendatang. ‘Entar ka eppak ben ka embuk, je’ kaloppae asalaman obang – Mon tellasan topak tore palebur, esto pateppak sampai lanjeng omor,” pantunnya.
Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan festival ketupat yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Calendar Event Sumenep tahun 2024 ini dinyatakan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumenep Dewi Kholifah sebagai Ratu Sumenep.














