SUMENEP, Suarademokrasi – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan memberangkatkan 999 orang jamaah haji di tahun 1446 H/2025 M. Dalam Islam, angka tersebut bila dikaitkan dengan Islam merupakan jumlah nama-nama Allah (Asmaul Husna). Asmaul Husna adalah nama-nama baik Allah yang berjumlah 99. Angka 999, dengan dua digit 9 yang berulang, mungkin memiliki konotasi spiritual yang lebih kuat atau menekankan pentingnya Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.
Dari jumlah 999 jamaah haji dibagi dua kali pemberangkatan, Pemkab Sumenep dalam sebuah acara pelepasan dipimpin oleh Wakil Bupati KH. Imam Hasyim di area timur GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Rabu malam (07/05/2025). Dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, keluarga jamaah, dan tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan spiritual dan doa restu.
Dalam sambutannya sebelum jamaah haji diberangkatkan, Imam Hasyim mendo’akan segenap para jamaah haji Kabupaten Sumenep ini agar diberikan kesehatan dan kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah suci Mekkah oleh Allah SWT, sehingga nantinya bisa kembali lagi ke Sumenep dalam keadaan sehat walafiat .
Baca Juga: Pelepasan Simbolis Jamaah Haji Sumenep 2024 Digelar Meriah
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jamaah haji. Semoga diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran selama menunaikan ibadah hingga kembali ke tanah air dengan selamat dan menyandang predikat haji yang mabrur,” ujar KH. Imam Hasyim dalam sambutannya.
Wabup menyampaikan bahwa para jamaah terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter): kloter 23 dan 24 masing-masing 376 orang, kloter 25 sebanyak 177 orang, dan kloter 50 berjumlah 70 orang. Kloter 23–25 diberangkatkan serentak pada Rabu malam, sementara kloter 50 dijadwalkan berangkat pada 15 Mei 2025 mendatang.
Dalam pesannya, KH. Imam Hasyim menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan yang diberikan dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut, yang diyakininya sebagai panggilan langsung dari Allah SWT.
“Ibadah haji adalah panggilan Allah. Tidak semua orang mendapat kesempatan ini, jadi manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Wabup juga memberikan tiga pesan penting kepada para jamaah:
- Jaga kebersamaan dan kekeluargaan antar sesama jamaah haji asal Sumenep.
- Patuhi aturan dan arahan dari petugas demi kelancaran ibadah.
- Perhatikan kondisi fisik, mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang menuntut kekuatan fisik prima.
Ia juga mengingatkan agar para jamaah berhati-hati terhadap perubahan cuaca ekstrem di Tanah Suci, yang diperkirakan mencapai suhu 40–55 derajat Celsius. “Kondisi cuaca sangat panas, sangat berbeda dengan tanah air. Atur waktu ibadah dan istirahat agar stamina tidak terkuras,” imbuhnya.
Wabup turut menegaskan pentingnya peran petugas kesehatan dalam melayani jamaah. Ia meminta agar setiap keluhan kesehatan segera dilaporkan agar dapat ditangani sejak dini.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiluddin, menjelaskan bahwa keberangkatan 929 jamaah haji kloter 23–25 dilakukan dengan pengawalan 20 unit bus. Untuk kloter 50, sebanyak 70 jamaah akan diberangkatkan dengan 2 bus, pada tanggal 15 Mei 2025.
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Dengan doa dan harapan dari seluruh masyarakat Sumenep, para calon haji diharapkan mampu menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan kembali ke kampung halaman sebagai haji yang mabrur.














