Berita  

Pelepasan Simbolis Jamaah Haji Sumenep 2024 Digelar Meriah

Pelepasan Simbolis Jamaah Haji Sumenep 2024 Digelar Meriah
Foto: Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep bersama para jamaah haji Sumenep 2024.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Gedung Korpri Sumenep hari ini dipenuhi oleh ratusan calon jamaah haji beserta keluarga mereka dalam acara Manasik Akbar dan Pelepasan Simbolis Jamaah Haji tahun 2024. Sebanyak 898 orang jamaah haji yang terbagi dalam tiga kloter, yakni kloter 96, 97, dan 98, siap diberangkatkan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Rabu 5 Juni 2024.

Kegiatan ini digelar oleh Pemkab Sumenep melalui melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep meriah dan berjalan lancar, yang dihadiri oleh Bupati Sumenep Wakil Bupati Sumenep, berbagai forum koordinasi pimpinan daerah, Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, Sekda, serta para pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan penting kepada seluruh jamaah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji bagi seluruh jamaah yang hari ini kita lepas bersama-sama. Semoga perjalanannya dari hari ini sampai kembali ke Tanah Air nanti berjalan dengan selamat,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.

Baca JugaPemkab Sumenep Gelar Doa Bersama Mengenang Sang Proklamator Soekarno

Jamaah haji Kabupaten Sumenep dijadwalkan berangkat dalam tiga kloter. Kloter 96 akan berangkat dari Bandara Juanda menuju Jeddah pada tanggal 8 Juni 2024 pukul 05.00 WIB dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air Indonesia pada tanggal 19 Juli 2024 sekitar pukul 06.35 WIB.

Kloter 97 akan berangkat pada hari yang sama pukul 07.25 WIB dan kembali pada tanggal 20 Juli 2024 pukul 01.55 WIB. Sementara itu, kloter 98 dijadwalkan berangkat pada pukul 17.40 WIB dan tiba kembali di Indonesia pada tanggal 20 Juli 2024 pukul 03.40 WIB.

Dalam pidatonya, Bupati Achmad Fauzi juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama menunaikan ibadah haji. “Ibadah haji bukan hanya sekedar panggilan, tapi juga memerlukan kesiapan fisik yang benar-benar prima. Suhu di Tanah Suci bisa mencapai 49 derajat Celsius, jauh lebih panas dibandingkan dengan Sumenep yang sekitar 32 derajat Celsius. Jadi, Bapak Ibu harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Laporan Pemotongan BLT DD di Saobi Belum Ada Kejelasan

Selain itu, beliau juga mengingatkan para jamaah untuk bekerja sama dengan petugas haji dan sesama jamaah. “Kerja sama yang baik antara jamaah dan petugas haji sangat penting untuk kelancaran ibadah. Jangan lupa untuk saling membantu dan mendoakan satu sama lain,” tambahnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, dalam sambutannya, juga memberikan beberapa arahan dan tips praktis untuk jamaah. Ia menekankan pentingnya disiplin dan menjaga kesehatan serta mengikuti arahan petugas haji di lapangan.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan haji para jamaah. Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti gedung Korpri, menandai awal dari perjalanan spiritual yang akan ditempuh oleh para jamaah haji Kabupaten Sumenep.

Dengan penuh semangat dan doa dari keluarga serta masyarakat Sumenep, para jamaah haji ini siap berangkat menunaikan salah satu rukun Islam dengan harapan bisa kembali ke Tanah Air sebagai haji mabrur.