SUMENEP, Suarademokrasi | Patut diapresiasi kinerja nyata Tim pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep yang sigap mengatasi genangan air hujan yang berada di area pintu masuk kantor Pemkab Sumenep, Selasa 30 Januari 2024.
Kinerja Tim pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep yang dalam binaan Komandan Subiyanto terlihat kerja nyata dalam pantauan media, tidak seperti 2 oknum ASN Dinas PUPR Kabupaten Sumenep yang menghindar dari konfirmasi media dan lembaga terhadap permasalahan pekerjaan proyek Rp 2 milyar lebih.
Dalam pantauan media dilokasi yang kondisi gerimis hujan terlihat semangat Komandan Damkar Kabupaten Sumenep Subiyanto bersama Tim nya membuka pintu besi penutup saluran air yang tersumbat sampah, sehingga mengakibatkan air hujan tidak bisa mengalir dan menjadi genangan air di area pintu masuk kantor Pemkab Sumenep.
Baca Juga: 2 PNS Ini Dinilai Tidak Mencerminkan Bismillah Melayani
Genangan air hujan tersebut direncanakan disedot menggunakan mobil tangki pemadam kebakaran, dan hanya hitungan menit saja air hujan yang tergenang di area pintu masuk kantor Pemkab Sumenep kering seketika, sehingga penggunaan jalan tidak lagi terganggu karena adanya genangan air hujan itu.
Dari sikap cepat dan tanggap yang dilakukan Tim petugas Damkar Kabupaten Sumenep dalam mengatasi permasalah yang menjadi tanggung jawabnya, bisa menjadi motivasi bagi para pejabat publik yang digaji dari uang rakyat harus bisa memiliki kesadaran diri untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Tidak seperti 2 oknum ANS Dinas PUPR Kabupaten Sumenep yang digaji dari uang rakyat, kabur dari tanggungjawabnya saat dikonfirmasi media dan lembaga terhadap pekerjaan proyek drainase dengan anggaran APBD 2023 Rp 2 milyar lebih.
2 oknum ANS itu adalah Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Kabupaten Sumenep, Dedi Falahuddin, ST, MT. dan bawahannya yang bernama Chahyadi, yang kabur dari media dan LSM, tidak mencerminkan seorang pejabat publik yang memiliki kesadaran diri untuk melayani masyarakat seperti Tim pasukan Damkar Kabupaten Sumenep yang selalu sigap dalam situasi dan kondisi apapun.
Pasalnya, saat ingin dikonfirmasi atas pekerjaan proyek drainase yang menggunakan APBD sebesar Rp 2 milyar lebih dinilai asal-asalan, Dedi dan Chahyadi malah menghindar dari media dan lembaga yang saat menjalankan tugas profesi, pada hari Jumat 22 Desember 2023.
Subiyanto terkenal memiliki sifat karakter yang keras dan tidak mau diremehkan, tapi dirinya memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi atas jabatan yang dimilikinya. Pekerjaannya selalu dikerjakan dengan ikhlas dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Sumenep. Karena dirinya sadar bahwa setiap bulan gaji yang diterimanya uang dari rakyat.
Semangat Jargon Bismillah Melayani terus dikobarkan didalam dirinya, demi untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep untuk melayani masyarakatnya. Jauh berbanding terbalik dengan 2 oknum ANS Dinas PUPR Kabupaten Sumenep yang menghindar dari konfirmasi media dan lembaga.
Bagaimana Sumenep bisa maju kalau pihak pemerintah membiarkan sifat karakter negatif yang dilakukan oleh 2 oknum ANS tersebut, yang tidak mencerminkan seorang pejabat publik, yang menyangkut pekerjaan proyek menggunakan APBD yang dipungut dari uang rakyat.














