SUMENEP, Suarademokrasi – Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk momentum Idul fitri 1447 Hijriah menjadi harapan baru bagi masyarakat kepulauan yang ingin pulang ke kampung halaman. Program tersebut tidak hanya membantu meringankan beban biaya transportasi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi para perantau yang lama terpisah dari keluarga.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui layanan transportasi laut menggelar program mudik gratis mulai 7 hingga 20 Maret 2026 dengan sejumlah rute pelayaran menuju wilayah kepulauan, di antaranya Kalianget–Masalembu, Raas, Sepudi, Kangean, hingga Sapeken. Pada Selasa (10/3/2026), kapal KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) III diberangkatkan dari Pelabuhan Kalianget menuju rute Kalianget–Kangean dan Sapeken dengan membawa penumpang yang sebagian besar merupakan masyarakat kepulauan.
Program tersebut sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kepulauan yang selama ini merantau di wilayah daratan Kabupaten Sumenep. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas mudik gratis tersebut karena dapat pulang ke kampung halaman tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang biasanya cukup mahal, terlebih menjelang hari raya.
Baca Juga: Mudik Gratis Pemkab Sumenep Fasilitasi Perantau Lebaran
Masyarakat kepulauan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya kepada Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, yang dinilai telah menggagas kebijakan program mudik gratis ini untuk masyarakat kepulauan.
“Program ini sangat membantu kami yang ingin pulang ke kampung halaman. Terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep yang telah memberikan fasilitas mudik gratis. Semoga program seperti ini terus ada setiap tahun,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa adanya mudik gratis tersebut sangat membantu masyarakat khususnya wilayah kepulauan membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit, terutama pada musim mudik ketika harga tiket mengalami kenaikan dan ketersediaannya sering terbatas.
“Biasanya kalau musim mudik tiket mahal dan terkadang sulit didapat. Dengan adanya mudik gratis ini kami sangat terbantu,” tambahnya.
Suasana keberangkatan di Pelabuhan Kalianget tampak dipenuhi kehangatan dan rasa haru. Sejumlah penumpang terlihat membawa tas besar berisi oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Sebagian lainnya tampak tidak sabar untuk segera bertemu dengan orang tua, anak, maupun sanak saudara yang telah lama ditinggalkan karena tuntutan pekerjaan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Kabupaten Sumenep, Drs. Ach. Dzulkarnain, yang hadir langsung di lokasi keberangkatan, mengimbau seluruh penumpang untuk menjaga keselamatan selama perjalanan dan mematuhi arahan dari petugas kapal.
Ia juga mengingatkan para penumpang agar tetap tertib serta menjaga barang bawaan masing-masing demi kelancaran perjalanan menuju daerah tujuan.
“Kami berharap seluruh penumpang dapat menjaga ketertiban selama berada di kapal, mengikuti arahan petugas, serta tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Semoga perjalanan mudik ini berjalan lancar dan seluruh penumpang dapat tiba di kampung halaman dengan selamat,” ujarnya.
Menurut Dzulkarnain, program mudik gratis tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Bagi masyarakat kepulauan, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momentum untuk melepas rindu dan kembali merajut kebersamaan dengan keluarga di tanah kelahiran. Program ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan,” pungkasnya.
Selain layanan yang difasilitasi pemerintah daerah, program mudik gratis juga didukung oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama operator kapal Express Bahari. Masyarakat dapat melakukan reservasi tiket gratis secara daring melalui aplikasi Express Bahari Mobile dengan melampirkan identitas resmi seperti KTP atau Kartu Keluarga.
Dalam ketentuannya, satu kartu keluarga dapat mendaftarkan maksimal empat orang penumpang. Tiket gratis berlaku untuk penumpang berusia di atas dua tahun dan tidak dapat diuangkan, diperjualbelikan, maupun dipindahtangankan kepada pihak lain.
Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi laut bagi masyarakat kepulauan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.














