Berita  

Zamrud Direktur P2NOT Bersuara Atas Temuan 27.83 kg Kokain 

Zamrud Direktur P2NOT Bersuara Atas Temuan 27.83 kg Kokain 
Foto: Zamrud Khan Direktur P2NOT.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi — Temuan narkotika jenis kokain seberat 27,83 kilogram di wilayah pesisir Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, memantik respons keras dari Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT), Zamrud Khan. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai alarm serius atas semakin kompleksnya peredaran narkoba di kawasan kepulauan Madura.

Sebagai praktisi hukum sekaligus aktivis pencegahan narkotika di Sumenep, Zamrud selama ini dikenal aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan. Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berimplikasi luas terhadap ketahanan sosial dan masa depan generasi bangsa.

Dalam keterangannya kepada media, Jumat (16/4/2026), Zamrud menyoroti karakteristik geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 126 pulau di sembilan kecamatan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka celah kerentanan terhadap masuknya jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.

Baca Juga: Temuan Sabu di Masalembu Terus Bertambah Jadi 46 Kg

TikTok: https://vt.tiktok.com/ZSHcwsYWN/

“Sumenep memiliki tantangan geografis yang tidak dimiliki daerah lain di Madura. Ini harus menjadi perhatian serius, karena pada tahun 2025 lalu juga ditemukan narkotika jenis sabu-sabu sekitar 54 kilogram yang hingga kini belum terungkap secara komprehensif,” ujarnya.

Zamrud menilai bahwa Madura berpotensi menjadi jalur transit peredaran narkotika. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk meningkatkan keseriusan dalam menangani kasus tersebut.

Ia menegaskan bahwa peredaran narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang sejajar dengan tindak pidana terorisme dan korupsi, mengingat dampaknya yang sistemik, terorganisir, serta mampu merusak struktur sosial secara luas.

Lebih lanjut, Zamrud juga mengkritisi fakta bahwa temuan narkotika dalam jumlah besar justru kerap berasal dari laporan masyarakat, bukan hasil pengungkapan aparat. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi institusi penegak hukum.

Baca Juga :  Ketua MK Dan Azam Khan Berpihak Pada Mayoritas Rakyat

“Temuan ini harus diusut hingga ke akar-akarnya. Tidak cukup hanya mengungkap jenis dan berat barang bukti, tetapi juga harus mengidentifikasi jaringan serta pemiliknya. Libatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem pengawasan,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis humas Polres menerangkan bahwa Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Polres Sumenep telah mengamankan barang bukti yang diduga narkotika tersebut. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menyatakan bahwa seluruh barang bukti telah dikirim ke Laboratorium Forensik guna memastikan kandungan zat sekaligus memperkuat proses pembuktian hukum.

Berdasarkan hasil uji laboratoris, sebanyak 22 dari 23 bungkus plastik yang ditemukan dinyatakan positif mengandung kokain, sementara satu bungkus lainnya kosong. Barang bukti tersebut ditemukan di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Desa Gedugan, setelah adanya laporan masyarakat yang mencurigai keberadaan benda asing di lokasi tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada tersangka yang ditetapkan. Kepolisian juga berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional, transparan, serta terbuka kepada publik.

Kapolda Jawa Timur turut mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mengungkap temuan tersebut dan mengimbau agar sinergi antara masyarakat dan aparat terus diperkuat dalam upaya pemberantasan narkotika.

Peristiwa ini semakin menegaskan urgensi penguatan sistem pengawasan wilayah pesisir dan kepulauan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor guna menekan laju peredaran gelap narkotika yang kian mengkhawatirkan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.