SUMENEP, Suarademokrasi – Peringatan Hari Bidan menjadi pengingat pentingnya peran strategis bidan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan anak khususnya di Kabupaten Sumenep yang memiliki beberapa wilayah kepulauan.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati menegaskan bahwa peran bidan merupakan tenaga kesehatan terdepan yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga persalinan.
“Peranan bidan di masyarakat sangat penting. Bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan sangat menentukan dalam mencegah terjadinya kematian ibu dan anak, sehingga bidan berperan penting menurunkan angka kematian ibu dan anak. Di mana kematian ibu dan anak merupakan salah satu faktor yang menentukan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya kepada media, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: RSUD Sumenep Perkuat Tata Kelola Melalui Sinergi
Menurut dr Erliyati, peringatan Hari Bidan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum refleksi atas dedikasi tenaga bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga tingkat pedesaan dan kepulauan.
Sebagai pimpinan rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, ia menilai penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak harus menjadi prioritas utama. Hal itu sejalan dengan fungsi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebagai fasilitas kesehatan rujukan yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai pengendali kebijakan dan pelayanan rumah sakit daerah, dr Erliyati terus mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia, termasuk tenaga bidan, dokter, dan perawat agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana medis, tetapi juga pada kualitas pelayanan dan kepedulian tenaga kesehatan terhadap keselamatan pasien.
“Bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, peningkatan kompetensi dan sinergi antar tenaga kesehatan harus terus diperkuat demi menciptakan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam momentum Peringatan Hari Bidan diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh tenaga kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.














