SUMENEP, Suarademokrasi – Sabtu 25 Mei 2024. Masyarakat Kabupaten Sumenep dibuat gemas dan terpesona oleh aksi menggemaskan siswa TK dan SD yang berpakaian ala pengantin dalam Festival Tan Pangantanan. Acara yang berlangsung di depan Rumah Dinas Bupati Sumenep ini berhasil menarik perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab.
Siswa siswi tersebut tidak hanya tampil berdua sebagai pengantin cilik, tetapi juga didampingi oleh orang tua dan para pengiringnya, persis seperti rombongan pengantin pada umumnya. Dengan busana tradisional Sumenep dan didandani bak pengantin, mereka memeragakan prosesi adat pernikahan dengan khidmat.
Di awal festival, diperagakan prosesi unik di mana orang tua calon mempelai pria melamar anak gadis kepada orang tua calon mempelai wanita menggunakan bahasa Madura halus. Orang tua pengantin wanita kemudian menjawab dengan bahasa Madura halus pula, menyatakan menerima pinangan dengan doa agar kedua mempelai berjodoh dengan ridho Allah. Prosesi ini diikuti dengan acara seserahan, menambah keaslian suasana pernikahan tradisional.
Baca Juga: Bupati Achmad Fauzi Luncurkan Program Bansos Dan Santunan Anak Yatim
Festival ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Komunitas Peduli Pendidikan, bertujuan menanamkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya tradisional Madura sejak dini. Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, menjelaskan pentingnya acara ini dalam melestarikan budaya lokal.
“Festival ini menggunakan bahasa Madura halus. Pesertanya siswa TK dan SD. Ini supaya bisa menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap budaya Madura,” katanya.
Festival yang bertema “Ngopene Enmaenan Kona” diikuti oleh perwakilan siswa dari 20 sekolah di kecamatan daratan Sumenep, dengan total 43 kontingen yang terdiri dari 25 kontingen TK dan 18 kontingen SD.
Para peserta dikirab dengan jalan kaki sejauh sekitar 900 meter, dimulai dari depan rumah dinas Bupati dan berakhir di Labang Mesem Keraton Sumenep. Pemandangan ini sukses menyedot perhatian warga yang antusias menonton kirab ‘Tan Pangantanan’ Dhe’ Nong Dhe’ Ne’ Nang.
“Lucu banget melihat penampilan anak-anak kecil ini dandan pakai baju manten khas Sumenep. Pinter banget bicaranya pakai bahasa Madura halus. Saya berharap festival seperti ini harus terus dilestarikan, mengingat penggunaan bahasa Madura yang halus sudah jarang diucapkan bagi generasi muda anak sekarang,” ujar salah satu penonton yang ada di area lokasi.
Festival Tan Pangantanan tidak hanya menampilkan keindahan budaya lokal, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tradisi di kalangan generasi muda. Dengan keterlibatan anak-anak dalam prosesi adat, diharapkan tradisi dan bahasa Madura akan terus lestari dan dikenal oleh generasi penerus.
Kemeriahan dan antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat Sumenep dalam festival ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Festival Tan Pangantanan menjadi salah satu upaya efektif untuk memastikan bahwa warisan budaya tersebut tetap hidup dan dihargai oleh generasi mendatang.
Selain itu, tujuan Pemkab Sumenep dalam melaksanakan kegiatan festival tersebut Juga bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian para UMKM dan PKL yang ada.
Pelaksanaan kegiatan festival Tan Pangantanan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, segenap pimpinan OPD, Tokoh Masyarakat dan Pemuda, serta segenap pihak orang tua siswa -siswi yang hadir.














