Berita  

Karakter Dan Sifat Mahasiswa Beragam Namun Memiliki Tujuan Yang Sama

Karakter Dan Sifat Mahasiswa Beragam Namun Memiliki Tujuan Yang Sama
Foto: Erfandi (berkopiah) dan Maimun mahasiswa fakultas Hukum.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Setiap mahasiswa yang menempuh studi di fakultas hukum di universitas ternama di Sumenep pasti memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, kritis, dan banyak bertanya kepada dosen pengampu. Namun, semua perbedaan itu memiliki tujuan yang sama untuk belajar.

Semua mahasiswa tentu memiliki keinginan dan harapan serta tujuan yang sama, untuk mendapatkan perhatian, bimbingan dan ilmu yang positif dari para dosen untuk bisa memahami ilmu hukum dengan lebih mendalam untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

Mahasiswa tidak untuk dibenci, dimarahi ataupun diasingkan ketempat yang paling jauh dalam mengikuti program KKN, karena hanya sifat ketidak sukaan oknum dosen kepada mahasiswa. Bila hal itu terjadi, sangat berdampak buruk untuk kesuksesan dan prestasi bagi para mahasiswa.

Baca Juga: Fakultas Bisa Dilaporkan Bila Melakukan Intimidasi Kepada Mahasiswa

Perlu diketahui dari perbedaan karakter dan sifat mahasiswa diatas: Mahasiswa yang pendiam sering kali menunjukkan kecenderungan untuk mendalami materi secara mandiri. Mereka mungkin tidak banyak bertanya di kelas, tetapi mereka rajin membaca dan menganalisis berbagai kasus hukum, serta berdiskusi dengan rekan sejawat secara lebih personal.

Mereka menggunakan pendekatan reflektif untuk memahami konsep hukum yang kompleks dan bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam berbagai situasi nyata.

Sebaliknya, mahasiswa yang kritis dan banyak bertanya memiliki pendekatan yang berbeda. Mereka tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan sulit kepada dosen pengampu, menggali lebih dalam mengenai teori dan praktek hukum. Sikap kritis mereka mendorong debat akademis yang sehat dan memperkaya diskusi di kelas. Mereka cenderung mengeksplorasi berbagai sudut pandang dan mencari pemahaman yang lebih holistik mengenai isu-isu hukum.

Baca Juga :  Festival Musik Tong-Tong Kalianget Cup 2024 Mampu Menghidupkan Kesenian Dan Ekonomi Lokal

Terlepas dari perbedaan karakter, semua mahasiswa hukum berupaya memahami teori hukum secara menyeluruh. Hal ini penting karena banyak permasalahan di masyarakat yang sering kali tidak sesuai dengan teori hukum yang ada. Mahasiswa berusaha menemukan cara-cara efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek hukum.

Beberapa tujuan utama yang mendorong keragaman pendekatan ini antara lain:

1. Pemahaman Mendalam tentang Hukum: Mahasiswa berusaha untuk memahami konsep hukum secara mendalam agar dapat menerapkannya dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

2. Kritik dan Evaluasi Sistem Hukum: Melalui pendekatan kritis, mahasiswa belajar untuk mengevaluasi dan mengkritik sistem hukum yang ada, mengidentifikasi kelemahan, dan mencari solusi yang lebih efektif.

3. Keterampilan Analitis dan Pemecahan Masalah: Baik melalui diskusi kelas maupun studi mandiri, mahasiswa mengasah keterampilan analitis dan kemampuan pemecahan masalah mereka, yang sangat penting dalam praktek hukum.

4. Integrasi Teori dan Praktek: Mahasiswa berusaha memahami bagaimana teori hukum dapat diterapkan dalam situasi praktis, serta bagaimana praktek hukum dapat mempengaruhi dan membentuk teori.

5. Pengembangan Kepribadian Profesional: Setiap karakter dan sifat mahasiswa berkontribusi pada pengembangan kepribadian profesional mereka, mempersiapkan mereka untuk beragam situasi dan tantangan dalam dunia hukum.

Dengan beragam karakter dan pendekatan ini, fakultas hukum di universitas ternama di Sumenep harus berkomitmen untuk mendidik mahasiswa menjadi profesional hukum yang kompeten, beretika, dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam masyarakat.

Semua perbedaan tersebut dihargai sebagai kekayaan yang memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan hukum yang dihasilkan nantinya, jangan malah mahasiswa diasingkan ke tempat lokalisasi KKN yang paling jauh sehingga tidak bisa maksimal dalam melakukan KKN tersebut.

Program KKN itu harus bisa memberikan manfaat bagi para mahasiswa nantinya, bukan hanya sebatas formalitas belaka. Biar bisa lebih efektif dan bermanfaat bagi para mahasiswa, diberikan kesempatan memilih tempat yang terdekat dan mudah terjangkau untuk program KKN tanpa harus meninggalkan tanggungjawab yang lainnya.