SUMENEP, Suarademokrasi – Sosok jurnalis senior asal Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Ferry Arbania, kembali menarik perhatian publik. Dirinya dikenal lantang membela kepentingan wong cilik, kini Ferry muncul dengan penampilan religius dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama di bulan suci Ramadhan 1446 H.
Meski lama tak muncul di dunia jurnalistik, Ferry memanfaatkan momentum Ramadhan dengan menggagas sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya adalah membersihkan pemakaman umum dan memperlebar jalan menuju Asta Beringin, makam kuno di Bukit Tenggina, Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay.
Pelebaran jalan ini dilakukan secara swadaya bersama masyarakat dengan menggunakan dana pribadi dan sumbangan warga setempat. “Alhamdulillah masyarakat sangat kompak bekerja dengan sukarela dan penuh keikhlasan,” ujar Ferry, Ahad (9/3/2025).
Baca Juga: Kisah Umar, Bocah 10 Tahun yang Menyentuh Hati Orang Tua
Meski saat ini pembiayaan pelebaran jalan masih bersumber dari dana pribadi dan patungan warga, Ferry berharap pemerintah daerah dan DPRD Sumenep bisa memberikan perhatian lebih untuk pengaspalan jalan menuju pemakaman tersebut.
Jarak pemakaman yang sekitar satu kilometer dari pemukiman penduduk selama ini menjadi kendala, terutama saat ada kifayah (proses pemakaman). Warga harus mengusung jenazah menggunakan keranda dengan berjalan kaki. Dengan pelebaran jalan ini, diharapkan kendaraan roda empat seperti ambulans bisa masuk hingga ke lokasi pemakaman.
Ferry, yang juga dikenal sebagai keturunan Kiai Muhammad Rowi GherAssem, menyampaikan terima kasih kepada pemilik tanah yang secara sukarela merelakan lahannya untuk pelebaran jalan tanpa meminta sepeserpun.
Selain pelebaran jalan, Ferry juga menggagas Haul Agung Perdana di Asta Beringin, yang rencananya akan digelar setelah Lebaran Ketupat tahun ini. Acara ini melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki leluhur dimakamkan di tempat tersebut.
“Semoga Allah mudahkan perjuangan ini, dan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan gotong royong,” pungkas Ferry yang saat ini tengah menjalani program pasca sarjana di salah satu perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur.
Aksi sosial ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat tak pernah pudar meski sudah lama tak aktif di dunia jurnalistik.
Ferry Arbania tidak hanya menjadi simbol perjuangan jurnalis dalam membela kebenaran, tetapi juga inspirasi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat.














