SUMENEP, Suarademokrasi – Bekam, atau dikenal juga dengan hijamah, adalah sebuah terapi tradisional yang semakin banyak diminati masyarakat Indonesia. Terapi ini melibatkan proses pengeluaran darah kotor dari tubuh melalui sayatan kecil pada kulit yang dihisap dengan menggunakan alat khusus seperti gelas bekam.
Meskipun metode ini telah digunakan selama berabad-abad, baik di Timur Tengah maupun Asia, penelitian modern kini mulai mengungkap berbagai manfaat kesehatan yang terkait dengan bekam.
Gus Adi HP. Kusumo menyampaikan beberapa manfaat Kesehatan dari Bekam yang diantaranya;
Baca Juga: Testimoni Sudarsono Pasien Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Sumenep

1. Mengurangi Nyeri dan Peradangan: Bekam dikenal efektif dalam mengurangi nyeri otot dan sendi. Proses penghisapan darah kotor dapat membantu mengurangi peradangan, yang seringkali menjadi penyebab utama nyeri kronis.
2. Meningkatkan Sirkulasi Darah: Dengan mengeluarkan darah kotor dan meningkatkan aliran darah segar, bekam membantu memperbaiki sirkulasi darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk pasien dengan masalah peredaran darah seperti hipertensi.
3. Detoksifikasi Tubuh: Proses pengeluaran darah kotor dipercaya dapat mengeluarkan racun dari tubuh, membantu organ-organ utama seperti hati dan ginjal dalam menjalankan fungsi detoksifikasi mereka.
4. Meningkatkan Sistem Imun: Dengan merangsang produksi sel darah putih, bekam dapat meningkatkan respons imun tubuh, membantu melawan infeksi dan penyakit.
5. Meringankan Gejala Penyakit Kronis: Beberapa pasien dengan kondisi kronis seperti migrain, asma, dan tekanan darah tinggi melaporkan perbaikan signifikan setelah menjalani terapi bekam secara rutin.
Salah satu contoh testimoni pasien yang mendapatkan manfaat dari Bekam
Rudi Hartono menderita migrain dengan kaku diarea leher dan kepala terasa sakit kesemutan. Setelah dilakukan bekam atas rekomendasi temannya terasa enteng dan segar, Gus Adi HP. Kusumo melakukan terapi tradisional bekam kepada Rudi di teras rumahnya.
“Setelah beberapa sesi bekam, frekuensi dan intensitas migrain saya berkurang drastis. Dulu saya bisa terkena migrain dua hingga tiga kali seminggu, tapi sekarang hanya sekali bekam. Selain itu, saya juga merasa lebih bugar dan energi saya meningkat,” ungkap Rudi, Kamis malam 30 Mei 2024.
Meskipun manfaat bekam semakin banyak diakui, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa terapi ini sebaiknya dilakukan oleh praktisi berlisensi dan berpengalaman untuk menghindari risiko infeksi dan komplikasi lainnya. Bekam tidak dianjurkan untuk pasien dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan darah atau yang sedang menjalani pengobatan antikoagulan tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Dengan semakin banyaknya pasien yang merasakan manfaatnya, bekam menjadi alternatif pengobatan yang patut dipertimbangkan. Namun, seperti halnya dengan semua bentuk terapi, penting untuk mencari informasi yang akurat dan berkonsultasi dengan profesional medis sebelum memulai pengobatan.
PONKES “As – Syifa Munawaroh” Gus Adi HP. Kusumo. Beliau bisa datang ke rumah anda, atau bisa di tempat prakteknya.
(WA) : 082 333 766 488
(TLP) : 081 3300 640 93














