SUMENEP Suarademokrasi – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2024 menjadi ajang persaingan yang menarik antara dua pasangan calon (Paslon) yang kuat, yakni Fauzi-Imam dan Fikri-Unais. Kedua Paslon ini mulai menjadi sorotan publik setelah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 29 Agustus kemarin. Namun, pertanyaan yang muncul adalah aktivis perempuan Dewi Syarmila, mungkinkah Fikri-Unais mampu menyaingi Fauzi-Imam yang notabene adalah Paslon petahana?
Dewi Syarmila menyampaikan bahwa setelah pendaftaran ke KPU, elektabilitas kedua Paslon menjadi indikator penting dalam memprediksi peluang kemenangan. Fauzi-Imam, sebagai pasangan calon yang diusung oleh partai besar dan memiliki rekam jejak sebagai petahana, tentu memiliki modal elektabilitas yang lebih solid. Pengalaman mereka dalam memimpin Sumenep selama ini menjadi keuntungan tersendiri, di mana masyarakat sudah mengenal baik kinerja dan program-program yang telah dilaksanakan.
Dia menambahkan, disisi lain, Fikri-Unais harus bekerja ekstra untuk meningkatkan elektabilitas mereka. Mereka perlu memperkenalkan diri lebih luas kepada masyarakat dan menunjukkan bahwa mereka memiliki program yang lebih baik dan mampu memberikan perubahan positif bagi Sumenep. Strategi kampanye yang efektif dan konsisten akan sangat menentukan elektabilitas mereka ke depannya.
Baca Juga: Polres Sumenep Gelar PIRAMIDA Bersama Insan Media, Jaga Kondusifitas Pilkada 2024
Jejaring atau jaringan politik menjadi faktor penentu dalam setiap pemilihan, termasuk Pilkada Sumenep 2024. Fauzi-Imam, dengan status sebagai petahana, memiliki jejaring politik yang lebih kuat dan luas. Mereka didukung oleh jaringan partai politik yang solid dan telah teruji di berbagai kesempatan. Dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan pengaruh mereka di berbagai lapisan sosial menjadi modal besar dalam meraih suara.
Menurutnya, Fikri-Unais harus bekerja keras untuk membangun dan memperluas jejaring mereka. Meskipun belum sekuat Fauzi-Imam, Fikri-Unais bisa mengandalkan dukungan dari kelompok-kelompok masyarakat yang menginginkan perubahan untuk kemajuan Sumenep. Kemampuan mereka dalam membangun koalisi dan merangkul berbagai kalangan akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing mereka dalam Pilkada ini.
Lalu, apa yang membuat Paslon Fikri-Unais tetap percaya diri menghadapi Fauzi-Imam? Kepercayaan diri mereka bisa jadi didasari oleh visi dan misi yang mereka tawarkan kepada masyarakat Sumenep. Pasangan ini mungkin melihat adanya celah dan keinginan perubahan di tengah masyarakat yang bisa mereka manfaatkan. Selain itu, mereka mungkin memiliki strategi kampanye yang inovatif dan mampu menarik simpati pemilih yang masih belum menentukan pilihan.
Fikri-Unais juga bisa jadi percaya bahwa mereka mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Sumenep. Dengan fokus pada isu-isu yang relevan dan penting bagi masyarakat, mereka berharap dapat menggerakkan pemilih untuk memberikan dukungan.
Dewi menilai, dalam Pilkada Sumenep 2024, persaingan antara Fikri-Unais dan Fauzi-Imam akan sangat ditentukan oleh elektabilitas dan jejaring yang mereka miliki. Meskipun jejaring Fauzi-Imam sebagai petahana lebih kuat, Fikri-Unais masih memiliki peluang untuk meningkatkan elektabilitas mereka dan meraih dukungan luas dari masyarakat. Pilkada ini akan menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih mampu meyakinkan rakyat Sumenep bahwa mereka adalah pilihan terbaik untuk memimpin daerah ini ke depan.














