SUMENEP, Suarademokrasi – Malam ini, suasana di Kafe SU di Pulau Sapudi terasa lebih hangat dan penuh semangat. Acara penting tengah berlangsung, yakni pembentukan pengurus Paguyuban Pecinta Bonsai Pulau Sapudi. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para pecinta bonsai, tetapi juga mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian dan militer setempat. Minggu 19 Mei 2024.
Hadir dalam acara ini Kapolsek Gayam, Iptu Agus Sugito, SH., MH., serta anggota Koramil Gayam, Bapak Bambang. Kehadiran kedua tokoh penting ini menambah bobot acara dan menunjukkan dukungan terhadap kegiatan komunitas yang positif di Pulau Sapudi.
Dalam sambutannya, Iptu Agus Sugito menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pembentukan paguyuban ini. “Kami dari pihak kepolisian sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Semoga dengan terbentuknya paguyuban ini, hubungan antar warga semakin erat dan bisa menjadi contoh bagi komunitas lainnya,” ujar beliau.
Baca Juga: Tagline Bismillah Melayani, Bupati Sumenep Melakukan Kunker Ke-Sapudi
Sementara itu, Bapak Bambang dari Koramil Gayam juga memberikan pandangannya. “Kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan kebersamaan dan kreativitas masyarakat. Kami dari Koramil Gayam siap mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Pembentukan pengurus paguyuban pecinta bonsai ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para penggemar bonsai di Pulau Sapudi untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Bonsai, yang dikenal sebagai seni miniatur pohon, memang memerlukan ketelatenan dan kesabaran, sehingga komunitas ini dapat menjadi sarana edukasi yang baik bagi anggotanya.
Acara malam ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk pemilihan ketua dan pengurus paguyuban, serta sesi diskusi mengenai teknik-teknik merawat bonsai. Selain itu, beberapa peserta juga memamerkan koleksi bonsai mereka yang menawan, menunjukkan keindahan dan keunikan masing-masing pohon yang dirawat dengan penuh cinta.
Dengan terbentuknya pengurus Paguyuban Pecinta Bonsai Pulau Sapudi, diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul para pecinta bonsai, tetapi juga dapat menarik minat masyarakat luas untuk lebih mencintai dan melestarikan seni bonsai.
Acara malam ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar paguyuban ini dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Pulau Sapudi dan sekitarnya.














