Pemkab Sumenep Gelar Bazar Takjil Ramadan UMKM

Pemkab Sumenep Gelar Bazar Takjil Ramadan UMKM
Foto: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo. SH., MH.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, kembali menggelar bazar takjil Ramadan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program tahunan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor kuliner berbuka puasa.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa keberadaan bazar takjil Ramadan tidak hanya bernuansa religi, tetapi juga memiliki dimensi pemberdayaan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Mudik Gratis Pemkab Sumenep Fasilitasi Perantau Lebaran

“Festival ini kami rancang sebagai wadah pemberdayaan UMKM. Kami ingin pelaku usaha kecil terus tumbuh, naik kelas, dan memiliki daya saing. Jadi bukan hanya bernuansa religi, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Fauzi.

Pada Ramadan tahun 2026 ini, Pemkab Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menyediakan sekitar 115 stan khusus bagi para pelaku UMKM. Selain itu, terdapat pula sejumlah pelaku usaha yang berpartisipasi tanpa menggunakan stan resmi.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menjelaskan bahwa kegiatan bazar tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah setiap bulan Ramadan guna menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor UMKM.

“Ada 115 pelaku UMKM yang ikut serta dalam kegiatan bazar takjil Ramadan kali ini,” kata Faruk saat meninjau kegiatan tersebut di Sumenep, Kamis.

Bazar takjil Ramadan 1447 Hijriah itu digelar di sepanjang Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Lokasi tersebut setiap sore dipadati masyarakat yang berburu menu untuk berbuka puasa.

Baca Juga :  Pemerintahan Desa Kertasada Gelar Sosialisasi Pembentukan Desa Bersih Narkoba

Beragam jenis kuliner ditawarkan dalam festival ini, mulai dari jajanan tradisional khas Madura, minuman segar pelepas dahaga, hingga aneka makanan kekinian yang diminati berbagai kalangan.

Kehadiran bazar tersebut tidak hanya menghadirkan suasana religius Ramadan, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota. Interaksi antara pedagang dan pembeli pun menciptakan atmosfer kebersamaan yang khas selama bulan suci.

Meski demikian, Bupati Fauzi mengingatkan para pelaku UMKM agar tetap menjaga kualitas produk yang dijual kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan jumlah pembeli harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap kebersihan, keamanan pangan, serta pelayanan yang baik.

“Ramainya pembeli harus diimbangi dengan tanggung jawab. Kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan adalah kunci agar keberkahan Ramadan benar-benar dirasakan bersama,” tegasnya.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, festival bazar takjil Ramadan juga menjadi ruang mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Suasana saling berbagi, interaksi hangat antara pedagang dan pembeli, hingga kebersamaan menjelang waktu berbuka menjadi potret harmoni Ramadan di Kota Keris.

“Festival ini mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat berbagi, dan memperkuat komitmen kita membangun Sumenep yang religius, harmonis, dan sejahtera,” pungkas Bupati.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Sumenep berharap bazar takjil Ramadan tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan serta semangat gotong royong di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.