SUMENEP Suarademokrasi – Ribuan warga memadati sepanjang jalan raya depan Lapangan Giling, Sumenep, Ahad malam 27 Oktober 2024, dalam perayaan hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-755 tahun. Acara yang berlangsung meriah ini mengangkat prosesi drama kolosal penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep, dan diiringi oleh pawai budaya serta penampilan berbagai kesenian tradisional.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat, sehingga PJ Bupati Sumenep Dewi Khalifah memberikan pesan penting untuk mengenang sejarah dan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat khususnya bagi para generasi muda.
PJ Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, menyampaikan sambutan penuh makna bagi warga Sumenep. Ia mengucapkan selamat atas perayaan hari jadi Sumenep, seraya mengingatkan bahwa hari bersejarah ini mengajarkan pentingnya warisan leluhur yang memperlihatkan kebesaran Sumenep di masa lampau.
Baca Juga: Prosesi Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke 754 Digelar Di Kota Bersejarah
“Mudah-mudahan kita bisa terus bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah sejarah yang mencerminkan keagungan Sumenep pada masanya,” ucap Dewi Khalifah. Ia juga memberikan apresiasi kepada Dra Hj RA MGAD Yani WSS Kuswodijoyo, Sekjen MAKN Kesultanan Sumenep, beserta para tokoh penting lainnya yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.
Hadir dalam kegiatan ini dari para tamu kehormatan termasuk tokoh-tokoh budaya dan kerajaan, antara lain:
– Dra Hj RA MGAD Yani WSS Kuswodijoyo, Sekjen MAKN Kesultanan Sumenep
– YM Andi Mardiani S.P., M.Pd., Opu Benteng Ratu Benteng Selayar, Dewan Kerajaan MAKN Sulawesi Selatan
– PYM Ir. Raden Handy Natadiningrat, Sultan Keprabon Cirebon, Dewan Kerajaan Deklarator MAKN
– YM Ir. Andi Bau Usdi, Sekretaris DPW MAKN Sulawesi Selatan (cucu Raja Bone)
– YM Andi Idris Krg. Buang, DPW MAKN Sulawesi Selatan (cucu Raja Gowa)
– YM Dr. Ir. A. M. Sapri Pamulu, M.ASCE., M Eng.PM, DPW MAKN Sulawesi Selatan
– YM Drs. Andi Dahrul, M.M., DPW MAKN Sulawesi Selatan
Selain para tamu kerajaan, turut hadir Forkopimda Sumenep, Sekretaris Daerah Sumenep beserta staf dan asisten, Ketua DPRD Sumenep beserta istri, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Jawa Timur dan segenap para undangan.
Prosesi penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep ini, yang telah menjadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Sumenep sejak 31 Oktober 1269, berlangsung dengan penuh khidmat. Acara juga diselingi dengan penampilan tarian tradisional lokal dan grup musik tong-tong yang menghibur masyarakat. Kehadiran kelompok seni ini menambah kemeriahan suasana dan memperlihatkan kekayaan budaya Madura yang menjadi identitas Sumenep.
Tidak hanya menyoroti aspek budaya, Dewi Khalifah dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan semangat para leluhur dalam memajukan Kabupaten Sumenep. Ia mengingatkan bahwa pembangunan kebudayaan adalah esensi bagi kelangsungan hidup suatu masyarakat. “Tanpa pembangunan kebudayaan, sebuah bangsa akan kehilangan spirit dan roh kehidupan masyarakatnya,” ujarnya.
Acara ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk lebih memahami dan meneladani sejarah Sumenep. Drama kolosal penobatan Adipati Arya Wiraraja dihadirkan sebagai pengingat akan kepemimpinan masa lalu, sekaligus inspirasi untuk melanjutkan perjuangan dalam memajukan kabupaten ini.
Menutup acara, Dewi Khalifah menyampaikan terima kasih kepada keluarga keraton yang telah menjaga tradisi dan budaya Sumenep. Ia berharap Kabupaten Sumenep semakin dicintai oleh masyarakat serta dikenal di kancah internasional, berkat kekayaan sejarah dan budaya yang dimilikinya. Dewi Khalifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sumenep yang berkontribusi dalam memajukan kabupaten ini.
Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan, Kabupaten Sumenep merayakan 755 tahun sejarahnya, sebuah perjalanan panjang yang kini menginspirasi generasi masa kini untuk mencintai dan melestarikan budaya serta kearifan lokalnya.














