SUMENEP, Suarademokrasi – Dalam kepemimpinan Drg Ellya Fardasah sebagai Kapala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sumenep, mewujudkan program Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah dengan deadline “Bismillah Melayani” terus menggenjot pihak Puskesmas memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya.
Memasuki musim pancaroba, melalui pemberitaan media ini pihak Puskesmas Kalianget menginginkan masyarakat di wilayah Kalianget untuk waspada terhadap ancaman penyakit demam berdarah. Nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi pembawa virus demam berdarah, mulai berkembang biak di musim ini. Telur-telur nyamuk tersebut menetas menjadi nyamuk dewasa, yang siap menyebarkan penyakit berbahaya ini. Rabu 15 Mei 2024.
Dengan hal itu, Puskesmas Kalianget menunjukkan respons cepat dan serius dalam mengatasi masalah demam berdarah. Sejak November 2023 sampai tahun 2024 ini, tim Puskesmas Kalianget sudah melakukan upaya gerilya ke tiap-tiap desa. Bersama dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) dan perangkat desa.
Baca Juga: RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep Meluncurkan Mobil Sehat Gratis
Mereka mencanangkan gerakan 3M Plus kepada segenap warga Kalianget. Gerakan 3M Plus ini meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, ditambah dengan tindakan pencegahan tambahan lainnya.
Dalam wawancara pihak media dengan Drg. Yenny Tri Suci. M.Kes, selaku Kepala Puskesmas Kalianget menyampaikan bahwa mencanangkan gerakan 3M Plus, tim Puskesmas dan kader jumantik secara berkala melakukan pemantauan jentik di berbagai tempat umum, seperti sekolah, masjid, pasar, dan perkantoran yang ada di wilayah Kalianget. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.
“Dalam gerakan itu, Tim juga membagikan abate, serta memberikan edukasi kepada warga untuk menaruh ikan pemakan jentik di bak mandi besar, guna untuk membantu membunuh jentik-jentik nyamuk demam berdarah yang akan mempengaruhi pertumbuhan perkembangan biaknya nyamuk yang menyebabkan virus demam berdarah kepada warga.” Ucap Kapus Kalianget, Selasa 14 Mei 2024.
Beliau menambahkan bahwa, jika ditemukan kasus demam berdarah, pasien akan ditangani dengan serius di Puskesmas Kalianget. Selain itu, wilayah sekitarnya akan dilakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui fogging untuk meminimalkan risiko penyebaran lebih lanjut.

Puskesmas Kalianget juga mendapatkan tambahan unit Puskesmas Keliling (Pusling) yang akan dimanfaatkan untuk promosi kesehatan dan edukasi terkait penyakit yang perlu diwaspadai. Unit ini akan berperan penting dalam melacak kasus-kasus demam berdarah yang terjadi di desa-desa, sehingga dapat segera dikendalikan.
Maka dari itu, dirinya berkomitmen akan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang menjadi tujuan utama dari salah satu program Pemerintah Kabupaten Sumenep, dengan tujuan dan harapan agar masyarakat Sumenep bisa hidup sehat terhindar dari penyebaran virus demam berdarah.
“Harapan kami di Puskesmas, masyarakat sehat dan paham bagaimana menjaga kesehatan diri dan keluarganya. Dengan kerjasama yang baik antara Puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat, kami optimis dapat mengendalikan penyebaran demam berdarah di wilayah Kalianget,” ujar Kepala Puskesmas Kalianget.
Puskesmas Kalianget terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari ancaman demam berdarah dengan berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang komprehensif. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi langkah-langkah pencegahan yang telah dianjurkan.














