Berita  

Satlantas Polres Sumenep Edukasi Pelajar Tertib Berlalulintas

Satlantas Polres Sumenep Edukasi Pelajar Tertib Berlalulintas
Foto: Satlantas Polres Sumenep memberikan edukasi tertib berlalulintas kepada para pelajar.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi – Satlantas Polres Sumenep memanfaatkan momentum Hari Guru Nasional (HGN) untuk menghadirkan pendekatan edukatif yang lebih humanis melalui program “Polantas Menyapa” di SMPN 1 Sumenep, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dikolaborasikan dengan Operasi Zebra Semeru 2025, menghadirkan sinergi antara pendidikan karakter dan penegakan disiplin berlalu lintas.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diawali dengan upacara bendera, di mana personel Satlantas bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Nuansa peringatan HGN memberi warna berbeda, sebab amanat upacara dirangkai dengan pesan keselamatan berkendara yang relevan dengan pembentukan karakter pelajar.

Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E., menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada proses pengajaran, tetapi juga berpengaruh besar dalam pembentukan kedisiplinan, termasuk budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.

Baca Juga: Satlantas Polres Sumenep Himbau Para Sopir Truk

“Hari Guru Nasional mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter adalah pondasi utama, termasuk karakter dalam menjaga keselamatan di jalan raya,” ujarnya.

Dalam sambutannya, AKP Ninit menyampaikan bahwa pelajar merupakan kelompok rentan terhadap pelanggaran lalu lintas karena faktor usia, kurangnya pengalaman, dan tingginya mobilitas. Oleh karena itu, edukasi keselamatan harus diberikan secara berkesinambungan dan kontekstual.

“Keselamatan bukan hanya aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan yang melekat. Kami ingin anak-anak memahami sejak dini bahwa tertib lalu lintas itu menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Satlantas Polres Sumenep membagikan sarana kontak keselamatan kepada siswa dan guru. Media edukatif ini berfungsi sebagai pengingat agar selalu disiplin di jalan raya, baik saat berjalan kaki, dibonceng, maupun ketika kelak mulai berkendara sendiri.

AKP Ninit menekankan pentingnya kemitraan tiga unsur — sekolah, kepolisian, dan orang tua — untuk memperkuat pendidikan keselamatan bagi anak-anak. “Jika sekolah, polisi, dan orang tua berjalan bersama, maka budaya tertib lalu lintas di Sumenep akan semakin kuat. Ini investasi keselamatan jangka panjang,” tandasnya.

Baca Juga :  Kekecewaan Kasus Penganiyaan Wartawan Berakhir RJ Mahar Rp. 150 Juta

Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama, yang menandai komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga keselamatan. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan mendapatkan respons positif dari para guru maupun pelajar.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.