SUMENEP, Suarademokrasi.id | Dalam rangka melestarikan permainan olahraga tradisional warisan dari leluhur kita di Sumenep, klub Pelestarian Olahraga Ball Budhi Sumenep (POBBS) menggelar kegiatan turnamen olahraga Ball Budhi Piala Babinsa Cup 2023, digelar di lapangan Laskar Adirasa Kebun Kelapa desa Kalianget Barat kecamatan Kalianget kabupaten Sumenep. Ahad 10 Desember 2023.
Turnamen Ball Budhi ini digelar sejak 4 hari yang lalu, pihak panitia penyelenggara melibatkan pengurus RT. 07 RW. 03 dusun Kebun Kelapa. Terlihat dilapangan antusias masyarakat sekitar berbondong bondong datang untuk menyaksikan pertandingan turnamen Ball Budhi Piala bergilir Babinsa Cup 2023 itu. Hal itu menunjukkan bahwa peminat olahraga permainan Ball Budhi/Bola tangkap warisan leluhur kita masih banyak digemari oleh masyarakat, khususnya bagi para generasi muda saat ini.
Turnamen Ball Budhi digelar dengan dua sesi yaitu, sesi pertama dimainkan dari usia 15 tahun sebanyak 64 klub dan sesi kedua diikuti oleh dewasa (umum) sebanyak 96 klub, dalam pelaksanaan pertandingan turnamen ini diperkirakan membutuhkan jangka waktu kurang lebih 50 hari, sampai pertandingan final nanti.
Baca Juga: Dandim Cup 2022, Kodim 0827/Sumenep Gelar Lomba Menembak Senapan Angin

Dalam kegiatan turnamen Ball kotap/Ball Budhi ini terlihat disponsori oleh Kebun Jaya dan Simpangan. Pihak panitia memberikan fasilitas tempat duduk penonton di bawah tenda, guna untuk memberikan kenyamanan kepada para penonton dari sengatan sinar matahari dan hujan bila nantinya hujan turun. Hanya cuma karcis masuk Rp. 3.000,-/orang.
Dalam wawancara media dengan pihak panitia penyelenggara, Sabhi’ Budu menyampaikan kepada media bahwa turnamen Ball kotap/ball Budhi/bola tangkap digelar guna untuk melestarikan olahraga tradisional Sumenep ini bisa terus diminati oleh para generasi muda.
“Giat ini kami lakukan guna untuk mengembangkan bibit baru dalam olahraga permainan Ball Tangkap/Ball Budhi, yang mana permainan olahraga tradisional ini warisan dari leluhur kita yang harus kita lestarikan bersama,” ujar Sabhi’ Budu kepada media.
Dirinya menjelaskan bahwa olahraga permainan Ball Budhi ini adalah olahraga tradisional masyarakat Sumenep yang diakui oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, khususnya di kabupaten Sumenep yang meliputi beberapa kecamatan yaitu: kecamatan Saronggi, kecamatan Gapura, kecamatan Batuan, kecamatan Talango, kecamatan Kalianget dan kecamatan Kota.
“Insyaallah, di tahun 2024 nanti kita akan bentuk dalam sebuah ketua paguyuban, karena saya sendiri terlibat dalam kegiatan pelestarian olahraga permainan tradisional ini yaitu Ball Budhi untuk wilayah kecamatan Kalianget.” Tutur Sabhi’.
Dikesempatan yang sama Dirman unit Intel Kodim Sumenep/0828 selaku ketua keamanan dalam kegiatan turnamen tersebut menyampaikan bahwa dirinya bersama Babinsa akan selalu menjaga dan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam berlangsungnya kegiatan turnamen Ball Budhi Piala Babinsa Cup 2023, karena sudah menjadi tanggungjawabnya sebagai keamanan di wilayah kecamatan Kalianget.
“Dari pihak keamanan saya lihat dari segi situasi dan kondisi saat ini cukup kondusif, karena para tim pemain dan pendukungnya sudah memahami dan mengikuti seluruh peraturan yang dibuat dari pihak panitia sesuai ad art permainan olahraga bola tangkap/ball Budhi ini,” tegas Dirman.
Dirinya berpesan kepada para tim pemain agar terus berlatih untuk mengasah kemampuan, agar nantinya bisa menjadi para juara. Dan meminta kepada segenap tim pemain agar bermain dengan sportif, dan saling kompak antara sesama tim pemain untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan permasalahan.
“Pesan khusus kepada para generasi muda, saya selaku dari keamanan berpesan khusus kepada para Tim pemain agar terus belajar dan melatih diri agar bisa menjadi juara. Nantinya melalui para pemain olahraga tradisional bisa berkembang dan dikenal untuk sampai keluar wilayah Madura nantinya.” Pintanya.
Selain itu, Dirman menyampaikan pesan khusus kepada bagi generasi bangsa ini khusus yang ada di wilayah kabupaten Sumenep, agar ikut berpartisipasi dalam permainan olahraga tradisional ini, agar tidak berpengaruh terhadap perkembangan jaman saat ini yang bisa merusak masa depan para generasi muda seperti, pengaruh obat-obatan terlarang dan game online yang sudah banyak mempengaruhi pikiran para adik-adik kita.
Permainan olahraga tradisional patut kita apresiasi dan kita support, khususnya dari pihak Pemerintahan kabupaten Sumenep melalui dinas terkait harus memberikan dukungan penuh, agar permainan olahraga warisan dari leluhur kita bisa terus dilestarikan kepada para generasi muda di Sumenep.














