Berita  

Ajiz Habibi: Pekerjaan Proyek Drainase Di Jl. dr. Cipto Kolor Harus Dibongkar

Ajiz Habibi: Pekerjaan Proyek Drainase Di Jl. dr. Cipto Kolor Harus Dibongkar
Foto: Pembina MP3S Ajiz Habibi.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi.id | Selaku Pembina Masyarakat Pengamat Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S) Ajiz Habibi menilai pekerjaan proyek tersebut asal-asalan, harus dibongkar dan dilakukan perbaikan ulang.

Dirinya sangat menyayangkan pekerjaan proyek drainase yang menggunakan beton U-ditch dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 2.260.897.000,00 (Dua Milyar Dua Ratus Enam Puluh Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupiah) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kabupaten Sumenep, hasil pekerjaannya dilapangan asal jadi.

“Kalau kita mengacu pada spek teknik dalam pekerjaan proyek tersebut, sebelum dikerjakan proyek itu harus dilakukan pengukuran dan penimbangan dulu, baik itu dari ketinggian dan kemiringan nya. untuk mengetahui arah aliran air akan mengalir ke sungai. Jadi tidak asal memasang beton U-ditch seperti itu, naik turun, tidak rapet dan berbelok-belok gak karuan,” tegas Ajiz Habibi kepada media.

Baca Juga: MP3S Menyoroti Pekerjaan Proyek Drainase Yang Diduga Asal Jadi

Seharusnya, pihak pekerja mengetahui berapa kedalaman yang harus digali dan dari mana harus memulai pekerjaan itu memasang beton U-ditch tersebut, agar posisi beton U-ditch yang dipasang tidak naik turun dan belok-belok.

“Dalam pekerjaan proyek tersebut harus ada persiapan, pemindahan tiang-tiang dan rumah warga yang berada di posisi lokasi penggalian seharusnya sudah diatasi. Namun saya lihat pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut banyak menimbulkan masalah, kenapa?

Karena pekerjaan proyek tersebut yang hanya sedikit jaraknya membutuhkan waktu berbulan-bulan, setiap hari harus menutup akses jalan raya, sehingga para pengguna jalan terganggu.” Pungkas Pembina MP3S.

Ajiz menyampaikan bahwa sisa material bekas galian tanah tidak langsung dibersihkan, terlihat dibiarkan didalam beton U-ditch, semua itu kelalaian dari pihak pengawas lapangan yang tidak mengontrol pekerjaan tersebut. Pihak dinas sekalipun tidak melakukan teguran.

Baca Juga :  Aba Idi dan KH. Mahfudz Dapat Rekom Dari Partai Gerindra

“Pemasangan beton U-ditch seharusnya rata dan rapet, tidak tinggi rendah, renggang dan berbelok-belok. Saya heran melihat pekerjaan proyek seperti itu, apakah dalam perencanaan emang seperti itu, harus tinggi rendah, berjarak dan berbelok-belok, atau pihak pelaksananya yang tidak paham tentang pekerjaan itu? coba konfirmasi kepada dinas terkait.” Papar Ajiz kepada media.

Menurutnya, hasil pekerjaan proyek tersebut tidak benar, karena pemasangan beton U-ditch naik turun, belok-belok dan ada yang harus dicor manual, sisa lumpur didalam tidak dibersihkan dan jarak beton U-ditch tidak disemen, sehingga renggang jarak beton U-ditch dibiarkan begitu saja.

“Saya sangat menyangkan pekerjaan proyek yang anggarannya begitu besar, pekerjaannya dibiarkan seperti itu. Pendapat saya alangkah baiknya sebelum pekerjaan proyek tersebut diterima oleh pihak dinas terkait harus diperbaiki ulang, kalau perlu harus dibongkar ulang karena anggaran yang digunakan itu anggaran negara yang dipungut dari uang rakyat. Ucapnya.

Maka dari itu dirinya dengan tegas mengatakan, bila nantinya pihak dinas tetap menerima dan melakukan pembayaran atas pekerjaan proyek tersebut, dirinya bersama masyarakat akan melakukan sikap.

“Kalau pekerjaan proyek tersebut tetap diterima oleh pihak dinas terkait, saya pastikan nantinya akan menimbulkan permasalahan. Sebab negara mengucurkan anggaran proyek tersebut dan membayar pihak pekerja, supaya dikerjakan dengan benar dan baik hasilnya, bukan dibiarkan seperti itu.” Ujar Ajiz.

Pekerjaan proyek di area kota itu seharusnya bisa menjadi percontohan yang baik dan indah dipandang mata. Apalagi setiap musim hujan diarea perkotaan pasti sering terjadi genangan air hujan (banjir). Kalau pekerjaan proyek tersebut dikerjakan asal jadi, percuma nantinya air hujan tidak bisa mengalir dengan baik dan pasti akan tetap terjadi banjir nantinya.

Baca Juga :  RSUD Sumenep Komitmen Tingkatkan Pelayanan Dan Siapkan Tambahan CT Scan

“Jadi menurut saya pekerjaan proyek tersebut harus dilakukan pengkajian ulang, apakah pekerjaan proyek tersebut layak dibayar atau tidak. Jangan sampai pihak dinas terkait melakukan hal yang nantinya melanggar aturan, sehingga rakyat melakukan protes nantinya.” Katanya.

Dirinya berharap kepada pihak dinas terkait, setiap pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan dengan baik, konsultan pengawas yang ditunjuk harus menjadi konsultan pengawas yang betul-betul bisa mengawasi pekerjaan proyek dilapangan, sehingga tidak merugikan Negara nantinya.

Chahyadi pihak dinas terkait saat dikonfirmasi media sebelumnya menyatakan akan melakukan monitoring kelokasi dan berjanji akan memanggil pihak rekanan untuk memperbaikinya.

“Oke terimakasih banyak atas informasinya, nanti kami akan cek kelokasi dan nanti kami memanggil pihak pekerja agar diperbaiki,” jawabnya saat dikonfirmasi media, Senin 27 November 2023.