Festival Musik Tong-Tong Se-Madura Dongkrak Ekonomi Masyarakat Sumenep

Festival Musik Tong-Tong Se-Madura Dongkrak Ekonomi Masyarakat Sumenep
Foto: Wabup Sumenep Dewi Khalifah Melepas peserta festival musik Tong-tong se-Madura 2024.
banner 120x600

SUMENEP, SuaraDemokrasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali membuktikan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal. Melalui Festival Musik Tong-tong se-Madura, Pemkab Sumenep berhasil mendorong perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep tahun 2024. Festival yang digelar di sepanjang Jalan Raya Lingkar Barat pada Sabtu malam (14/12/2024) hingga Minggu pagi (15/12/2024) melibatkan 40 grup musik Tong-tong dari berbagai kabupaten di Madura.

Festival Musik Tong-tong, yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Dewi Khalifah, menjadi simbol pelestarian seni musik tradisional khas Madura. Setiap grup menampilkan kreativitas mereka melalui kostum, dekorasi, dan keahlian memainkan alat musik Tong-tong, yang memancarkan suara merdu khas budaya lokal.

Baca Juga: Achmad Fauzi Tanggapi Julukan “Bupati Tong-Tong” Dengan Santai dan Senyuman

“Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga bukti komitmen Pemkab dalam melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dewi Khalifah.

Festival ini mampu meningkatkan perekonomian, terlihat antusiasme masyarakat dari ribuan penonton yang memadati sepanjang rute festival. Hal ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Para PKL, pelaku UMKM, hingga penjaga parkir mengaku mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan selama acara berlangsung.

“Saya bisa menjual lebih dari 200 porsi makanan, jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa,” kata seorang PKL yang ikut meramaikan acara ini dengan menyajikan dagangannya.

Meski sukses menarik perhatian, acara ini juga menuai kritik dari beberapa pihak yang disampaikan. Kemacetan lalu lintas, sampah yang berserakan, dan waktu pelaksanaan yang berlangsung hingga pagi hari menjadi catatan penting bagi panitia. Dampak waktu pelaksanaan terhadap aktivitas ibadah subuh juga menjadi sorotan.

Baca Juga :  Anggota TNI Kecewa Dan Akan Mengungkapkan Masalah BBM

Kritikan tersebut dijadikan evaluasi bersama ke depan, agar pihak penyelenggara mengevaluasi agar acara serupa bisa lebih baik lagi dan meminimalisasi dampak negatifnya demi untuk kenyamanan bersama.

Harapan masyarakat kedepan, Bupati Achmad Fauzi yang kembali terpilih bersama Wakil Bupati Imam Hasyim untuk memimpin pemerintahan Kabupaten Sumenep ini, diharapkan terus membawa perubahan positif bagi Sumenep. Dengan keberhasilan Festival Musik Tong-tong ini, masyarakat optimistis Pemkab Sumenep dapat mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan dan beradab untuk seluruh masyarakat Sumenep.

Festival ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan, menjadikan Sumenep semakin dikenal sebagai pusat budaya Madura.