SUMENEP, SuaraDemokrasi — Setiap malam Minggu, Jalan Raya Diponegoro di kawasan Pelar, Sumenep, Madura, sering menjadi ajang balapan liar oleh sejumlah anak muda yang mencari sensasi adrenalin. Aksi trek-trekan yang dilakukan secara ilegal ini kembali berlangsung pada Sabtu malam (24/8/2024), mengundang perhatian warga dan pihak berwenang.
Dalam pantauan media dilokasi, sekitar pukul 02.00 wib, para pemuda banyak berlalu-lalang melakukan aksi balap liar/trek-trekan yang meresahkan masyarakat sekitar karena bunyi kenalpot brong yang sangat nyaring ditelinga, tidak terlihat petugas Kepolisian dilokasi membuat para pemuda terlihat bebas melakukan aksinya.
Meskipun sempat terlihat mobil Polisi dengan dua anggota berseragam duduk di kursi belakang hanya melintas kearah barat tidak melakukan tindakan apa-apa. Sekitar pukul 02.36 wib, setelah warga merasa resah dengan suara kenalpot brong datang mobil patroli polisi dengan 6 orang anggota berseragam.
Baca Juga: Aksi Balap Liar Sangat Meresahkan Sampai Memberhentikan Pengendara
Sebelumnya para pemuda yang ada terlihat asyik menikmati suara nyaring knalpot motor mereka sambil mengadu kecepatan di sepanjang jalan. Suasana yang awalnya penuh semangat dan sorak-sorai dari penonton di sepanjang jalan, seketika berubah menjadi kepanikan saat mobil patroli Polres Sumenep tiba di lokasi. Para pemuda itu langsung lari berhamburan, membawa motor mereka dan berusaha bersembunyi di gang-gang sempit untuk menghindari kejaran polisi.
Salah satu petugas Polres Sumenep, yang tidak tau namanya, mengungkapkan bahwa patroli tersebut dilakukan setelah menerima telepon dari warga yang terganggu oleh kebisingan dan potensi bahaya dari aksi balap liar tersebut. “Saya sedang enak-enak tidur, lalu ditelpon oleh warga bahwa ada anak muda yang sedang trek-trekan dan menggangu ketenangan warga,” ujar petugas tersebut sambil menyuruh sejumlah pemuda yang ada di lokasi untuk buyar dan pulang kerumahnya.
Aksi balap liar ini memang sering kali terjadi pada malam Minggu, ketika para pemuda memanfaatkan waktu luang mereka untuk berkumpul dan menyalurkan hobi balap motor. Meskipun pihak kepolisian sudah berada di lokasi, beberapa pemuda yang bandel masih tetap saja membleyer motornya, seolah mengejek kehadiran aparat. Sebagian dari mereka bahkan tetap nongkrong di pinggir jalan, menikmati suasana sambil menyeruput kopi dan terlihat juga sejumlah pemuda terlihat tepar diduga pengaruh miras.
Kegiatan trek-trekan di Jalan Raya Diponegoro sebenarnya bukanlah fenomena baru. Namun, intensitasnya yang semakin meningkat belakangan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan serius. Walau demikian, hal itu tampaknya belum cukup untuk menghentikan para pemuda dari hobi mereka yang berisiko tinggi, meskipun pihak kepolisian sudah sering melakukan operasi.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah mengupayakan solusi dengan mengadakan lomba balap resmi di arena yang aman dan terkendali pada. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang bagi para pencinta balap motor agar dapat menyalurkan hobi mereka secara lebih bertanggung jawab dan mengurangi balap liar di jalanan yang membahayakan keselamatan banyak orang.
Demi untuk kenyamanan dan keamanan bersama diharapkan pihak kepolisian harus sering-sering melakukan operasi/razia pada lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat balap liar. Dengan adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian, diharapkan aksi berbahaya seperti balap liar ini bisa diminimalisir. Para pemuda juga diimbau untuk mengalihkan energi mereka ke aktivitas yang lebih positif dan aman, demi kebaikan bersama.














