Berita  

Kegiatan Agustusan di Kecamatan Raas Digelar Meriah Berbeda Dengan Gayam Menuai Kritik

Kegiatan Agustusan di Kecamatan Raas Digelar Meriah Berbeda Dengan Gayam Menuai Kritik
Foto: Bareng Subiyanto Camat Raas bersama Forkopimca dan masyarakat sekitar diacara resepsi penutup kegiatan Agustusan di pendopo.
banner 120x600

SUMENEP Suarademokrasi – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 yang digelar dengan berbagai perlombaan Agustusan di Kecamatan Raas berlangsung meriah, meski hanya dengan anggaran kisaran sebesar Rp 35 sampai Rp 40 juta. Kegiatan yang berlangsung sejak perlombaan hingga malam puncak penutupan ini berhasil memikat perhatian masyarakat dengan puncak acara yang diisi oleh penampilan artis dangdut dari Situbondo, Jawa Timur.

Berbeda dengan kegiatan malam puncak penutupan di Kecamatan Gayam Kepulauan Sapudi meskipun anggaran Rp 53 jt menuai kritik dari masyarakat, dengan anggaran Rp 53 juta, namun justru menggelar malam puncak penutupan dengan sangat sederhana. Acara di Gayam tersebut bahkan tidak mengundang seluruh pemenang lomba untuk menerima hadiah.

Resepsi malam puncak penutupan di Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep digelar di pendopo kecamatan pada hari Minggu, 1 September 2024, berlangsung dengan sangat meriah. Acara tersebut dimeriahkan oleh hiburan musik dangdut yang mendatangkan artis dari Situbondo, Jawa Timur, sehingga bisa menghibur masyarakat sekitar. Berbeda dengan yang Di Kecamatan Gayam digelar sesederhana mungkin dengan anggaran yang dipungut dari partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Malam Puncak HUT RI Ke-79 di Kecamatan Gayam Tuai Kekecewaan

Ketika dikonfirmasi oleh media mengenai keberhasilan acara tersebut dengan anggaran yang lebih kecil, Subiyanto yang menjabat Camat Raas, menjelaskan bahwa dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI, penting untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Raas menghabiskan anggaran sekitar Rp 35 juta sampai Rp 40 juta, semua pemenang lomba dapat uang pembinaan, kita undangan semua pemenang yang telah ikut berpartisipasi memeriahkan HUT kemerdekaan RI. Anggaran ini jangan dikorupsi kalau untuk rakyat,” tegas Subiyanto kepada media pada Selasa, 3 September 2024.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Reses

Diacara itu, Camat Raas bersama masyarakat nampak terlihat kompak berjoget bersama menikmati dan memeriahkan suasana resepsi penutup kegiatan Agustusan, dengan hiburan musik elekton.

Perbandingan yang mencolok antara perayaan di Kecamatan Raas dan Gayam ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi penggunaan anggaran di Gayam. Banyak pihak yang merasa bahwa dana sebesar Rp 53 juta tidak sepantasnya digunakan untuk acara yang sederhana dan tertutup, apalagi dengan tidak diundangnya para pemenang lomba pada malam puncak penutupan.

Kritik ini menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggara agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran yang bersumber dari partisipasi masyarakat yang diperuntukkan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ini.

Kegiatan Agustusan tersebut yang hanya dilakukan setahun sekali untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI di Kecamatan Gayam, tidak bisa di nikmati oleh masyarakatnya, hanya para undangan saja. Sedangkan anggaran tersebut hasil sumbangan dari berbagai pihak. Hal itu terus menuai kritikan publik.

Salah satu diantaranya adalah mantan seorang Camat yang juga mengamati pemberitaan yang sebelumnya diunggah di media ini, dirinya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak panitia lomba di Gayam. “Addohhh, Mak tak pasrah ketua Panitiana geniko lek, sengak nyare bete,” ujarnya dalam bahasa Madura, yang berarti “Aduh, kok gak pasrah ketua panitia itu, awas mencari untung.”

Ia menambahkan bahwa seharusnya panitia lebih peka terhadap harapan masyarakat, terutama para peserta lomba yang telah berkontribusi dalam kegiatan 17-san. “Soro itu kawan, panitianya nyare bate itu he he, niser y ka masyarakat, utamanya kepada peserta lomba yang ikut berkontribusi dalam kegiatan 17 San itu. Biasanya itu bangga dilihat orang banyak saat menerima hadiah, itu mematahkan prestasi bagi pemenang yang tidak diundang, tretan,” tambahnya.