Kuliah Bukan Sekedar Rutinitas Atau Formalitas Tapi Memiliki Tujuan Dan Impian

Kuliah Bukan Sekedar Rutinitas Atau Formalitas Tapi Memiliki Tujuan Dan Impian.
Foto: Ilustrasi gelar sarjana setelah lulus kuliah di universitas.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi | Kuliah itu bukan sekadar rutinitas atau formalitas saja tapi memiliki sebuah tujuan dan impian, untuk membentuk diri kita menjadi orang yang berkualitas sesuai impian pada masa mendatang. Di sisi lain kita akan dihadapkan pilihan idealis yang berada pada kondisi ketergantungan sebagai mahasiswa.

Dimana kondisi tersebut mahasiswa dituntut untuk menghormati dan memuliakan guru/dosen sebagai pengganti posisi kedua orang tua yang mendidik dan membimbing kita, disisi lain oknum dosen kurang peduli dengan kondisi mahasiswanya seperti: susah dihubungi atau merespon konfirmasi, kurang memberikan membimbing, jadwal kuliah sesuka dirinya, memberi nilai kurang profesional dan tidak objektif.

Kuliah adalah proses pembelajaran tingkat tinggi, di mana kita telah menentukan tujuan untuk menuntut ilmu di sebuah fakultas di universitas yang menjadi pilihan, demi tujuan untuk mewujudkan sebuah impian dan cita-cita sesuai minat dan bakat serta kebutuhan mahasiswa.

Baca Juga : PKL Unija Sumenep Memberikan Sosialisasi Penyuluhan Hukum Lingkungan

Kuliah ini pengorbanan kita tidak sedikit, mulai dari menghabiskan banyak waktu, biaya besar untuk membayar kuliah, tenaga, pikiran dan lainnya. Tentu, hal itu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan impian yang ingin kita wujudkan melalui kuliah, hingga kita dan orang tuanya harus peras keringat untuk bisa bayar biaya kuliah mahasiswa. Tapi hak sebagai mahasiswa belum sepenuhnya didapatkan.

Ditengah proses perkuliahan mahasiswa mempunyai kesulitan dalam pendalaman materi dan juga waktu penyelesaian yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan setiap orang, saat itulah peran Dosen untuk membimbing dan mengajar sangatlah dibutuhkan bagi mahasiswa yang benar serius untuk menuntut ilmu di sebuah universitas.

Jadi para dosen jangan sampai memiliki prinsip yang penting tetap dibayar, tapi tidak mau peduli dengan kesulitan yang dihadapi mahasiswa/i yang sudah memberikan upah melalui pembayaran uang kuliah.

Pada awal perjalanan kuliah itu memang terasa sangat menyenangkan bila bisa menjalin hubungan harmonis antara Dosen dengan mahasiswa, sehingga kita banyak yang akan didapatkan, pengalaman baru hingga teman baru saat kita kuliah.

Namun, lama-lama akan tiba masanya jenuh karena berbagai sebab yang ditemukan diantaranya: tidak ada hubungan harmonis Dosen pengajar dengan mahasiswa, kita sebagai mahasiswa yang sudah membayar uang kuliah tidak lagi dihiraukan, kesewenangan Dosen memberi nilai, Dosen tidak peduli dengan kesulitan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan akademik, pungutan uang yang sewenang-wenang kepada mahasiswa tanpa ada persetujuan dan ketransparanan, membuat jadwal kuliah tanpa melihat kondisi mahasiswa yang sudah kerja dan sebagainya.

Baca Juga :  12 ABK KMN. Putra Sumber Mas GT 29 Ditemukan Selamat

Kita kuliah itu bukan karena kelebihan/kebanyakan uang, tapi karena memiliki sebuah tuntutan dan tujuan yang ingin dicapai melalui kuliah. Berikut adalah 10 tujuan utama kami kuliah:

1. Ingin meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Bidang keilmuan yang kami pilih yaitu ilmu hukum yang lebih mendalam dengan berkesempatan mempelajari konsep, teori, dan prinsip yang mendasari disiplin tentang ilmu hukum. Dengan memperluas wawasan, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan keahlian dalam bidang studi yang kita ambil di fakultas Hukum.

2. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis, dengan melalui diskusi, analisis, dan penyelesaian masalah yang kompleks, kita sebagai mahasiswa ingin belajar untuk mengevaluasi informasi yang ada dengan bimbingan dari para Dosen, bukan malah tidak merespon.

Agar bisa mengenali argumen yang kuat dan membuat keputusan yang terinformasi secara rasional, yang memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi kehidupan pribadi dan profesional kita nantinya dalam mengatasi tantangan sehingga bisa membuat keputusan yang bijaksana.

3. Memantapkan Kemampuan Komunikasi, yang nantinya bisa memberikan kesempatan bagi kita untuk mengasah keterampilan komunikasi, berlatih komunikasi melalui presentasi, diskusi kelompok, dan penulisan. Dengan tujuan agar kita bisa belajar untuk menyampaikan ide-ide dengan jelas dan efektif, bukan malah untuk mengkerdilkan pemikiran mahasiswa/i sebagai generasi penerus bangsa.

4. Mendapatkan Kemampuan Penyelesaian Masalah dengan mendapatkan kemampuan problem solving. Ketika kita menghadapi masalah yang kompleks dan menantang, kita bisa mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi, dan menemukan solusi yang efektif dengan bimbingan dan arahan yang diberikan dosen pengampu.

Setelah kita lulus, bisa menjadi orang yang berkualitas dalam menyelesaikan sebuah masalah yang ditemukan di kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat dan dunia profesi yang kita jalani, sehingga mendapatkan solusi inovatif dengan tepat.

5. Mengembangkan Kemampuan Penelitian dalam melakukan sebuah penelitian, dengan belajar tentang metodologi penelitian, pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil penelitian sesuai dengan ilmu hukum yang ada.

Baca Juga :  Sudah Putusan MA, Terdakwa Belum Juga Dieksekusi Oleh Kejari Sumenep

Sehingga keterampilan penelitian yang yang akan kita lakukan dalam mencari informasi yang akurat, menguji hipotesis, dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang bidang studi perkuliahan yang menjadi tujuan kita.

6. Membangun Jaringan Profesional dengan memberikan kesempatan untuk membangun jaringan profesional atau networking yang berharga. Sehingga para mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan para dosen tanpa ada beban ketakutan karena perbedaan status derajat dengan rekan mahasiswa yang lain.

7. Persiapan Karir kita sebagai mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Dengan memperoleh gelar sarjana atau pascasarjana, kita akan memiliki keunggulan dalam persaingan mencari pekerjaan. Bukan hanya itu saja, tujuan kuliah kita salah satunya membekali diri kita dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan karir yang diinginkan.

8. Pengembangan Kemampuan Kepemimpinan, dengan melalui kegiatan ekstrakurikuler, organisasi mahasiswa, atau proyek kolaboratif, mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis dan dapat memperoleh pengalaman dalam memimpin dan mengelola sebuah organisasi.

9. Pengembangan Diri Secara Holistik bertujuan didorong untuk memaksimalkan potensi kita saat kuliah, salah satunya ialah mengembangkan kepribadian menjadi lebih baik dan bersikap positif dan berfikir kritis bagi mahasiswa.

Agar bisa membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemandirian hingga kedisiplinan yang mana nantinya akan  diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan dalam menghadapi sistem pemerintahan saat ini, sehingga dapat mengasah keterampilan intelektual dan membantu mahasiswa menjadi diri sendiri.

Maka dari itu semua, kita kuliah memiliki tujuan yang jelas. Pasalnya kuliah itu bukan sekadar rutinitas atau formalitas saja, tapi proses untuk membentuk diri kita menjadi apa yang kita inginkan untuk menghadapi tantangan yang ada di masa mendatang.