SUMENEP, Suarademokrasi – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menghadirkan program mudik gratis bagi para perantau pada momentum Lebaran 2026. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga Sumenep yang bekerja di luar daerah, khususnya di Jakarta, agar dapat pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi.
Program ini didukung anggaran sebesar Rp1,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran tersebut dialokasikan untuk memfasilitasi perjalanan pemudik melalui jalur darat maupun laut, terutama bagi masyarakat kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Rencananya, keberangkatan mudik gratis rute Jakarta–Sumenep akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 05.30 WIB. Para peserta dijadwalkan berkumpul di area Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sebelum diberangkatkan menuju Kabupaten Sumenep.
Baca Juga: Pemkab Sumenep Perkuat Stabilitas Sosial Lewat Silaturahim Ulama
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa program mudik gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat tagline daerah Bismillah Melayani.
“Program ini bukan sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung, tetapi juga bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat, khususnya warga Sumenep yang bekerja dan merantau di Jakarta,” ujar Fauzi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, tradisi mudik memiliki makna sosial dan emosional yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga Sumenep. Namun dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, biaya transportasi sering kali menjadi kendala utama bagi para perantau untuk kembali ke kampung halaman.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah konkret dengan menanggung biaya perjalanan para pemudik, sehingga mereka tetap dapat berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Zulkarnaen, menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan delapan armada bus untuk jalur darat dengan kapasitas masing-masing 45 kursi. Anggaran yang dialokasikan untuk transportasi darat mencapai Rp260 juta.
“Betul, Rp260 juta untuk transportasi darat dan sekitar Rp850 juta untuk pembelian tiket kapal laut,” jelasnya.
Selain jalur darat, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp860 juta untuk pembelian tiket kapal laut bagi pemudik yang berasal dari wilayah kepulauan. Empat armada kapal yang akan melayani rute tersebut antara lain Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS III, dan Sabuk Nusantara.
Zulkarnaen menegaskan bahwa skema yang digunakan bukan menyewa kapal secara penuh, melainkan pembelian tiket penumpang oleh pemerintah daerah.
“Bukan sewa kapal, tetapi sistemnya pembelian tiket. Jadi tiket penumpang yang dibayarkan oleh Pemkab kepada pihak kapal,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh anggaran yang disiapkan difokuskan untuk pembiayaan tiket penumpang. Para peserta juga diimbau untuk hadir lebih awal di lokasi keberangkatan guna memperlancar proses registrasi serta memastikan keberangkatan berjalan tertib dan lancar.
Pemerintah daerah juga memastikan seluruh armada yang digunakan berada dalam kondisi layak dan aman, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan nyaman hingga tiba di kampung halaman.
Untuk memastikan kelancaran program tersebut, Pemkab Sumenep telah menggelar rapat koordinasi persiapan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah, Rabu (4/3/2026).














